KALIMANTANSATU.COM - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberi respon terkait arahan Presiden RI, Prabowo Subianto yang meminta kuota impor RI dihapus.
Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Isy Karim mengatakan kebijakan kuota impor perlu dibahas dengan kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
"Nah, kalau itu (hapus kuota impor) nanti keputusan di Menko dulu, Itu masih belum dibahas teknis seperti apa," tutur Karim kepada awak media di Gedung Kemendag, Jakarta, pada Rabu, 9 April 2025.
Sebelumnya diketahui, kuota impor yang selama ini diterapkan yakni untuk dua jenis, yakni non-pangan dan pangan.
Dalam Perpres Nomor 7 Tahun 2025 komoditas non-pangan yakni gas dan minyak bumi, sedangkan komoditas pangan yakni gula, pergaraman, jagung, beras, daging lembu, perikanan, bawang putih.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Basmi Rente Impor: Jangan Macam-Macam !
Saat ditanya, komoditas apa yang akan dibebaskan dari kuota, Isy mengaku belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
"Kalau sepanjang itu bahwa itu adalah untuk importasi untuk bahan baku, bahan penolong. Tentu itu kan juga nggak harus dengan kuota, tapi nanti tergantung kebutuhan dari industri," terang Karim.
Terkait hal tersebut, Karim mengaku belum bisa menyampaikan komoditas mana saja yang akan dihilangkan kuota impornya.
Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag itu menyebut, saat ini dalam neraca komoditas, seperti garam, gula konsumsi, daging, hingga ikan membutuhkan importasi.
Karim mengklaim keran importasi sejatinya dibutuhkan sepanjang untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri, misalnya kapas.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Ingin Kuota Impor Tak Diskriminatif dan Hanya Untungkan Segelintir Orang
"Sepanjang itu untuk kebutuhan bahan baku misalkan, dipenuhi saja, aman," tandasnya.
Sebelumnya, Prabowo menyebut penghapusan kuota impor itu untuk produk-produk menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Saya kasih perintah hilangkan kebijakan kuota-kuota impor utamanya untuk barang yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Siapa yang mampu, siapa yang mau impor silakan, bebas," sebut Prabowo dalam Sarasehan Ekonomi di Jakarta, pada Selasa, 8 April 2025.
Artikel Terkait
Setelah Viral Liburan Tanpa Izin ke Dedi Mulyadi, Bupati Lucky Hakim Kini Diminta Bikin Indramayu Seindah Jepang
Ini Poin Lawatan Presiden Prabowo Subianto ke 5 Negara Timur Tengah: Minta Dukungan Evakuasi 1.000 Warga Gaza Palestina ke Indonesia
Waduh ! Dituduh Fasilitasi Serangan Hamas ke Israel, Pengusaha Palestina Bashar Masri Kini Digugat 200 Keluarga Korban Asal Amerika Serikat
Begini Pengakuan Presiden Prabowo Subianto Minta Dukungan Evakuasi Warga Gaza ke Timur Tengah: Rumit, tapi RI Peduli Palestina
Bupati Indramayu Lucky Hakim Tegaskan Plesiran ke Jepang saat Libur Lebaran 2025 Tidak Pakai APDB: Tidak Dijemput Fasilitas Negara
Tok ! Tarif Resiprokal Presiden Amerika Serikat Donald Trump Berlaku Hari Ini, Termasuk Aturan Impor 104 Persen ke China
Tegaskan Tidak Ada Orang Titipan, Ini Permintaan Khusus Presiden Prabowo Subianto Terkait Danantara
Didit Hediprasetyo Bikin Heboh karena Mengumpulkan Anak Presiden, Presiden Prabowo Subianto Selalu Beri Pesan Soal Persahabatan Meski Jadi Lawan
Terkait Rencana Presiden Prabowo Subianto Tambah Impor Gas LNG dari Amerika Serikat, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Justru Ngaku Tak Tahu
Presiden Prabowo Subianto Kilas Balik Momen Dituduh Ingin Membunuh Soeharto hingga Gus Dur Saat Cerita Soal Thaksin Shinawatra yang Gabung Danantara