Ingin Seperti Konsep Perumahan Singapura, Presiden Prabowo Subianto: 'Pembangunan Dikebut'

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Selasa, 17 Juni 2025 | 12:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan jajaran saat pertemuan bilateral tingkat tinggi Leaders Retreat bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Parliament House, Singapura, Senin (16/6/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)
Presiden Prabowo Subianto dan jajaran saat pertemuan bilateral tingkat tinggi Leaders Retreat bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Parliament House, Singapura, Senin (16/6/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

KALIMANTANSATU.COM, SINGAPURA - Presiden RI Prabowo Subianto mengakui mencontoh sejumlah program unggulan pemerintah Singapura untuk diterapkan di Indonesia, salah satunya yatu perumahan murah untuk rakyat.

Prabowo menjelaskan program perumahan murah saat ini tengah dikebut agar segera selesai.

“Saya kira Singapura memiliki berbagai kebijakan yang sukses. Pertama, perumahan murah untuk seluruh warga Singapura. Program rumah murah ini telah diinisiasi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo. Dan saat ini akan kita kebut,” kata Prabowo dałam pertemuannya dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong di Singapura, Senin (16/6/2025).

Ia menyatakan ada satu juta rumah tabak dan rumah susun (rusun) yang akan dibangun pemerintah pada 2025 ini.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Dorong Temasek dan Danantara Kolaborasi di Energi Hijau :'Kami Menanti Kolaborasi Erat'

Prabowo melanjutkan inisiatif Singapura lainnya yang juga ditiru Indonesia adalah perusahaan investasi Temasek. Indonesia kini memiliki Danantara, lembaga investasi yang didirikan untuk mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Danantara artinya energi masa depan Indonesia. Kami mendirikan Danantara demi generasi Indonesia di masa depan,” tuturnya.

Prabowo berpendapat bahwa jika suatu program ditiru negara lain, maka program tersebut berjalan baik.

Pada kunjungan ke Singapura kali ini, ada tiga memorandum of understanding (MoU) tentang pengembangan energi ramah lingkungan yang ditandatangani kedua negara. Tiga MoU yang diteken yaitu perdagangan listrik energi yang bersih, penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) lintas batas, dan pembangunan kawasan industri hijau bersama di Provinsi Kepulauan Riau.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X