Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional, IFG Perkuat Peran Strategis dalam Perkembangan Industri Asuransi Nasional 2025

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Jumat, 8 Agustus 2025 | 19:56 WIB
Gedung Perusahaan Indonesia Financial Group (IFG).  (Kalimantansatu.com/Dok. IFG)
Gedung Perusahaan Indonesia Financial Group (IFG). (Kalimantansatu.com/Dok. IFG)

KALIMANTANSATU.COM - Indonesia Financial Group (IFG) sebagai holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasi memperkuat peran strategisnya dalam mendukung perkembangan industri asuransi nasional, salah satunya melalui partisipasi pada Indonesia Professional Insurance Forum 2025 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, pada 6–8 Agustus 2025.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji berpandangan, forum yang mengangkat tema “Navigating Geopolitical Threats and Opportunities in the Insurance Industry” tersebut menjadi ajang strategis bagi para pelaku industri untuk berbagi wawasan dan strategi menghadapi tantangan geopolitik global yang memengaruhi sektor asuransi.

Tema ini relevan mengingat ketidakstabilan politik global, mulai dari meningkatnya ketegangan antarnegara, pergeseran aliansi strategis, perang dagang, hingga kebijakan nasionalistik yang dapat memengaruhi penilaian risiko, penjaminan, hingga pengelolaan klaim di industri asuransi.

Baca Juga: Laba Asuransi Jiwa Tembus Rp5,3 Triliun di Kuartal 1 2025, IFG Dorong Transformasi Industri Nasional

“IFG selalu mendukung forum yang membahas isu-isu penting bagi keberlanjutan industri asuransi. Melalui ajang ini, kami ingin berkontribusi pada penguatan tata kelola risiko dan inovasi yang adaptif dalam menghadapi ketidakpastian global,” tutur Denny.

Forum ini menghadirkan beragam topik penting, mulai dari strategi manajemen risiko, pengembangan produk asuransi yang responsif terhadap perubahan politik global, hingga peran teknologi dalam memperkuat daya saing perusahaan asuransi.

Selain itu, forum ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan asuransi, regulator, dan pemangku kepentingan utama lainnya, sebagaimana disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa sinergi adalah kunci memperkuat peran industri asuransi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Selaras dengan visi IFG sebagai holding BUMN yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, partisipasi perusahaan dalam forum yang digelar AAMAI sekaligus menjadi komitmen perusahaan untuk memperkuat sinergi dengan regulator, asosiasi profesi, dan pelaku industri lainnya.

Dukungan terhadap forum ini juga diperkuat dengan hasil riset terbaru IFG Progress yang menunjukkan tren pertumbuhan positif di beberapa negara.

Baca Juga: Tantangan Struktural 'Berat' di Semester II Tahun 2025 ! IFG Bangun Ekosistem Asuransi Tangguh, Hadirkan Dialog Strategis Bersama Media

Di Eropa, misalnya, keyakinan konsumen mulai membaik, dan inflasi sudah sesuai target Bank Sentral Eropa (ECB) sebesar 2 persen. Sementara di Tiongkok, pertumbuhan ekonomi kuartal II tercatat 5,2 persen–lebih tinggi dari perkiraan–didukung industri teknologi dan energi baru, meski aktivitas pabrik masih lemah dan inflasi tetap rendah.

Untuk Indonesia, riset IFG Progress memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2025 berada di kisaran 4,7–5,0 persen.

Meskipun inflasi tetap menjadi tantangan akibat fluktuasi harga barang, neraca dagang tetap surplus, dan belanja masyarakat mulai membaik.

Keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga menjadi 5,25% pada Juli 2025 diharapkan mendorong percepatan ekonomi nasional.

Temuan ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan II 2025 sebesar 5,12% dengan kontribusi sektor jasa keuangan dan asuransi 0,13%, di mana subsektor asuransi dan dana pensiun menyumbang 0,05%.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X