Hendak Tekan Harga Properti, Wamen PKP Fahri Hamzah Usul Subsidi Tanah Gantikan Subsidi Perumahan. Maksudnya ?

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 15:04 WIB
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah (Kalimantansatu.com/Dok. IG @fahrihamzah)
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah (Kalimantansatu.com/Dok. IG @fahrihamzah)

KALIMANTANSATU.COM - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menegaskan kebijakan subsidi perumahan perlu diarahkan ke sektor tanah.

Menurutnya, harga rumah di perkotaan saat ini terlalu mahal karena dipengaruhi lonjakan harga lahan yang terus meningkat.

Fahri menegaskan bahwa tanpa langkah strategis, masyarakat akan terus terbebani cicilan tinggi meski sudah ada subsidi.

"Para pengembang dan juga para konsumen ini dealing dengan harga tanah yang tinggi, lalu kita subsidi cicilannya, tetap saja yang dicicil itu adalah sesuatu yang tinggi," ujar Fahri di Jakarta pada Kamis 21 Agustus 2025.

Baca Juga: Kinerja Seskab Teddy Indra Wijaya Dipuji, Pengamat Politik Nilai Paling Paham Arah Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto

"Karena itulah harusnya ada pengalihan subsidinya kepada tanah," sambungnya.

Ia menambahkan, dengan mengalihkan subsidi ke tanah, harga rumah bisa ditekan hingga lebih dari 50 persen.

Skema ini diyakini akan jauh lebih efektif membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian layak.

Selain itu, Fahri menjelaskan pembangunan perumahan di perkotaan akan diarahkan pada hunian vertikal.

Hal ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin mencontoh keberhasilan Singapura dalam membangun satu juta unit rumah vertikal.

“Presiden mengatakan bahwa kita tidak akan malu-malu untuk mengambil contoh yang baik dari apa yang dilakukan oleh Singapura, yaitu membangun 1 juta unit rumah vertikal,” ungkapnya.

Baca Juga: Terjadi Volatilitas Harga Saham CENT ! Apakah Ada Aksi Korporasi ? Manajemen PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk Beri Penjelasan Surat BEI

Lebih jauh, Fahri mengusulkan pemanfaatan lahan di pinggir sungai atau pantai yang kerap menjadi kawasan kumuh.

Menurutnya, lahan aset pemerintah tersebut bisa digunakan untuk membangun rumah susun minimal tiga hingga lima lantai.

Ia juga menekankan bahwa penataan kawasan tersebut berpotensi menciptakan ruang publik baru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X