Kemenkes Ungkap Konsumsi Rokok Lebih Besar dari Kebutuhan Keluarga hingga Jadi Akar Penyebab Stunting ! Menkeu Purbaya Singgung Persoalan Industri

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 25 September 2025 | 07:12 WIB
Ilustrasi rokok. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay geralt)
Ilustrasi rokok. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay geralt)

KALIMANTANSATU.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut bahwa konsumsi rokok yang berlebihan itu menjadi salah salah satu penyebab angka stunting di Indonesia tinggi.

Oleh karena itu, pengendalian besarnya konsumsi rokok menjadi upaya untuk menurunkan dan mencegah stunting.

Konsumsi Rokok Pengeluaran Terbesar Rumah Tangga

Alokasi anggaran rumah tangga yang banyak lari ke rokok bisa menjadi akar stunting dimulai karena anggarannya yang makin mengecil untuk memenuhi kebutuhan gizi.

“Rokok itu mengalahkan dari konsumsi beras di rumah tangga. Ini juga menjadi kenapa pemerintah kita mengatur kembali dikaitkan dengan penggunaan produk rokok dan rokok elektronik,” ujar perwakilan Tim Kerja Paru, Otak, dan Kardiovaskular Direktorat Jenderal (Ditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes Hanifah Rogayah dalam diskusi publik di Jakarta pada Rabu, 24 September 2025.

Baca Juga: Wamenpar Ni Luh Puspa Pastikan Kesiapan Geopark Maros-Pangkep Sebelum Revalidasi Status Global Geopark oleh UNESCO pada Juli 2026

Hanifah melanjutkan bahwa program-program menurunkan angka stunting di Indonesia saat ini menjadi hal yang diperhatikan pemerintah.

“Selain menyebabkan penyakit, sekarang fokus pemerintah adalah menurunkan stunting, kalau belanja rumah tangga lebih besar untuk rokok daripada besar, pemenuhan gizi keluarga akan terganggu,” tambahnya.

Rokok dan Stunting

Menurut data penelitian dari Pusat Kajian Jaminan Sosial UI pada 2018 ditemukan bahwa balita yang tinggal dengan orang tua perokok tumbuh 1,5 kg lebih kurang dari anak-anak yang tinggal dengan orang tua bukan perokok.

Dari penelitian yang sama, hasil lain juga menunjukkan bahwa 5,5 persen balita dengan orang tua perokok memiliki risiko stunting lebih tinggi.

“Kalau mau berkontribusi untuk stunting, para orang tua tidak usah merokok dan lebih baik gunakan uangnya untuk membeli protein hewani seperti telur,” ucap Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Endang Sumiwi dikutip dari artikel yang dipublikasikan laman resmi Kemenkes pada 7 Juni 2023.

Baca Juga: Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, IFG Marathon 2025 Resmi Ditunda di Labuan Bajo Karena Mengutamakan Keselamatan

Kemudian, menurut data lain dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dirilis pada 2021 lalu menyebutkan bahwa pengeluaran keluarga untuk konsumsi rokok adalah tiga kali lebih banyak dari pengeluaran yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein.

Dilema Rokok untuk Kesehatan dan Ancaman PHK

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X