Bongkar Permainan Nakal Distributor Pupuk Bersubsidi, Total Kerugian Petani Capai Rp600 Miliar ! Mentan Amran Sulaiman Cabut Izin 2.039 Kios Curang

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 08:42 WIB
Ilustrasi permainan nakal distributor pupuk bersubsidi merugikan para petani. (Tim Produksi Kalimantansatu.com via Gemini AI)
Ilustrasi permainan nakal distributor pupuk bersubsidi merugikan para petani. (Tim Produksi Kalimantansatu.com via Gemini AI)

KALIMANTANSATU.COM - Distribusi pupuk bersubsidi semakin diperketat setelah ada klaim marak penemuan kecurangan di lapangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa ada permainan nakal yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dalam distribusi pupuk bersubsidi.

Sebagai sanksinya, kios dan distributor yang terbukti melakukan kecurangan akan langsung dicabut soal perizinan distribusinya.

Cabut Izin 2.039 Kios Pupuk Bersubsidi yang Curang

Distribusi pupuk dilakukan secara direct, dari Kementerian Pertanian ke Pupuk Indonesia dan langsung ke petani.

Baca Juga: Desak Oknum Tukang Olah Proyek MBG Harus Dibersihkan ! CEO Promedia Agus Sulistriyono : Jangan Rusak Program Unggulan Presiden Prabowo Subianto

Meski skema tersebut sudah dilakukan, Mentan Amran menyebut masih menerima keluhan dari petani.

“Masih ada keluhan dari petani-petani di seluruh Indonesia. Kami temukan ada 2.039 kios, distributor, dan pengecer yang bermasalah dan hari ini kami umumkan izinnya dicabut,” ujar Mentan Amran kepada awak media di Kantor Kementan di Jakarta pada Senin, 13 Oktober 2025.

Tak serta-merta mencabut izin, kesempatan untuk melakukan klarifikasi masih diberikan kepada distributor untuk ‘membersihkan’ namanya.

“Tapi, yang menganggap bahwa mereka benar, boleh menyampaikan klarifikasi kepada direksi. Tetapi hari ini kita cabut,” tegasnya.

Kerugian Petani Ditaksir Rp600 Miliar

Amran membeberkan bahwa hal tersebut adalah permainan lama di mana sebelumnya sudah mencabut izin 30 kios.

“Setelah kami mengecek seluruh Indonesia ternyata ribuan dan estimasi kerugian petani, ini estimasi ya, itu Rp600 miliar per tahun. Itu yang kedapatan, yang tidak kedapatan? Kalau 10 tahun kan Rp6 triliun. Kasihan petani kita,” terangnya.

Baca Juga: Sering Terjadi di IMIP Morowali ! Kini Kebakaran di Pabrik Nikel PT Huayue Nickel dan PT Sulawesi Nickel Cobalt, Cermin Buramnya Keselamatan Kerja ?

Dengan langkah tegas tersebut, kata Amran sebagai bentuk pemerintah dalam menjaga 160 juta petani yang ada di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X