KALIMANTANSATU.COM - Distribusi pupuk bersubsidi semakin diperketat setelah ada klaim marak penemuan kecurangan di lapangan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa ada permainan nakal yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dalam distribusi pupuk bersubsidi.
Sebagai sanksinya, kios dan distributor yang terbukti melakukan kecurangan akan langsung dicabut soal perizinan distribusinya.
Cabut Izin 2.039 Kios Pupuk Bersubsidi yang Curang
Distribusi pupuk dilakukan secara direct, dari Kementerian Pertanian ke Pupuk Indonesia dan langsung ke petani.
Meski skema tersebut sudah dilakukan, Mentan Amran menyebut masih menerima keluhan dari petani.
“Masih ada keluhan dari petani-petani di seluruh Indonesia. Kami temukan ada 2.039 kios, distributor, dan pengecer yang bermasalah dan hari ini kami umumkan izinnya dicabut,” ujar Mentan Amran kepada awak media di Kantor Kementan di Jakarta pada Senin, 13 Oktober 2025.
Tak serta-merta mencabut izin, kesempatan untuk melakukan klarifikasi masih diberikan kepada distributor untuk ‘membersihkan’ namanya.
“Tapi, yang menganggap bahwa mereka benar, boleh menyampaikan klarifikasi kepada direksi. Tetapi hari ini kita cabut,” tegasnya.
Kerugian Petani Ditaksir Rp600 Miliar
Amran membeberkan bahwa hal tersebut adalah permainan lama di mana sebelumnya sudah mencabut izin 30 kios.
“Setelah kami mengecek seluruh Indonesia ternyata ribuan dan estimasi kerugian petani, ini estimasi ya, itu Rp600 miliar per tahun. Itu yang kedapatan, yang tidak kedapatan? Kalau 10 tahun kan Rp6 triliun. Kasihan petani kita,” terangnya.
Dengan langkah tegas tersebut, kata Amran sebagai bentuk pemerintah dalam menjaga 160 juta petani yang ada di Indonesia.
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : Segera Digelar, Cek Agenda dan Jadwal RUPSLB J Resources Asia Pasifik (PSBA)
Ada Rapat Tertutup di Kertanegara, Presiden Prabowo Subianto Bahas Devisa Hasil Ekspor Hingga Stimulus Rakyat ! Arah Kebijakan Ekonomi Baru ?
Inilah 3 Fakta di Balik Anggaran Reses DPR Naik Jadi Rp702 Juta ! Penyesuaian Anggaran di Tengah Bayang Transparansi yang Dinilai Masih Gelap
Masuk Prioritas Nasional dalam RPJPN 2025-2045, Intip Sejumlah Kebijakan Ekonomi Syariah yang Dilakukan oleh Pemerintah Indonesia
Kabar Saham Hari Ini : Tropical Coastland Dicoret dari PSN, Saham PANI Langsung Drop 12% ! Apakah Bagian Proyek PIK-2 ?
Sering Terjadi di IMIP Morowali ! Kini Kebakaran di Pabrik Nikel PT Huayue Nickel dan PT Sulawesi Nickel Cobalt, Cermin Buramnya Keselamatan Kerja ?
Lagi Ramai, Rencana Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN ! Tak Hanya Menkeu Purbaya, DPR dan MPR Juga Ikut Beri Respons
Pahami ! Inilah 3 Poin Kritis Jerat-jeratan Pajak ke Uang Pensiun dan Pesangon, UU HPP Digugat ke MK Karena Dinilai Langgar Keadilan
Utang Whoosh Rp116 Triliun Bikin 'Pusing' ! Menkeu Purbaya Ogah Bayar Utang Pakai APBN, Istana Minta Cari Jalan Keluar Tanpa Bebani Keuangan Negara
Desak Oknum Tukang Olah Proyek MBG Harus Dibersihkan ! CEO Promedia Agus Sulistriyono : Jangan Rusak Program Unggulan Presiden Prabowo Subianto