Ini Alasan Anak Muda Gemar Thrifting Menurut Adian Napitupulu, Bentuk Perlawanan terhadap Krisis Air Bersih dan Polusi Tekstil

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Rabu, 19 November 2025 | 20:02 WIB
Ilustrasi agak muda gemar belanja thrifting. (Kalimantansatu.com via Gemini AI)
Ilustrasi agak muda gemar belanja thrifting. (Kalimantansatu.com via Gemini AI)

KALIMANTANSATU.COM - Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Adian Napitupulu, menjelaskan alasan di balik tren anak muda membeli pakaian thrifting atau baju bekas.

Menurut Adian, perilaku tersebut bukan semata-mata soal harga murah, melainkan terkait kesadaran generasi muda dalam menyelamatkan lingkungan, khususnya air bersih.

Penjelasan itu ia sampaikan dalam rapat BAM DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu, 19 November 2025.

Adian mengaku sebelumnya sempat berdiskusi melalui WhatsApp dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyampaikan data riset terkait tren thrifting di kalangan generasi milenial dan Gen Z.

"Bahwa kalau beli baju thrifting adalah upaya mereka untuk menyelamatkan air bersih," ucap Adian.

Baca Juga: Curhat Pedagang Minta Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tak Larang Penuh Bisnis Thrifting Setelah Kasus Temuan Ribuan Kontainer Baju Bekas Ilegal

Menurut Adian, riset yang ia tunjukkan kepada Purbaya mencatat bahwa 67 persen generasi milenial dan Gen Z menyukai thrifting karena ingin mengurangi penggunaan air bersih.

Politisi PDIP itu menuturkan, industri tekstil menyerap air dalam jumlah besar untuk setiap produk pakaian.

Adian memaparkan bahwa satu celana jeans membutuhkan sekitar 3.781 liter air, sementara satu kaos katun membutuhkan 2.700 liter, atau setara kebutuhan minum seseorang selama 2,5 tahun.

"Jadi kalau kemudian generasi milenial itu risetnya 67 persen, menggemari thrifting salah satu alasannya ini. Artinya thrifting tidak bisa dilihat sederhana seperti yang dikatakan Pak Purbaya," ujarnya.

Industri Tekstil Disebut Sumbang 20 Persen Kerusakan Udara

Adian menambahkan, masalah lingkungan yang ditimbulkan industri tekstil tidak hanya terkait penggunaan air bersih.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Minta Pejabat Tak Banyak Omon-omon, Hentikan Korupsi dan Fokus Beri Hasil Cepat untuk Dinikmati Rakyat

Anggota DPR itu menyebutkan bahwa industri tersebut juga menyumbang kerusakan udara dalam jumlah signifikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X