KALIMANTANSATU.COM - PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB) mengungkap penyebab transformasi bisnis dari perdagangan telepon seluler ke sektor ekonomi hijau, khususnya dalam pengembangan Teknologi Olah Sampah Sirkular (TOSS).
Direktur Utama GLOB, Sugiono Wiyono Sugialam menerangkan, keberlanjutan bisnis telepon seluler memerlukan modal kerja yang besar dan meningkat terus, serta ditambah tingkat persaingan yang semakin ketat sehingga menekan margin keuntungan.
Di bisnis gaya hidup, saat ini GLOB memberikan fokus pada ekosistem kopi.
Sedangkan di ekonomi hijau, Perseroan saat ini memberikan fokus pada pengolahan sampah organik menjadi bahan pupuk organik dan pakan hewan (TOSS) yang menjadi salah satu solusi hijau dan menguntungkan atas meningkatnya sampah organik dimana-mana.
"Peluang bisnis TOSS juga sesuai dengan program kerja pemerintah untuk mengelola sampah dan mengkonversi sampah menjadi hal-hal yang bersifat ekonomis. Hasil kajian manajemen selama beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa bisnis pengolahan sampah memiliki potensi pasar yang besar dan dapat menghasilkan pendapatan berulang, sementara risiko teknis dan operasional dinilai dapat dimitigasi melalui pemilihan teknologi yang tepat dan kerja sama strategis dengan pihak-pihak terkait," ungkap Sugiono dalam penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Kalimantansatu.com, Rabu (19/11/2025).
Untuk pelaksanaan proyek TOSS dan perdagangan pupuk organik, GLOB mempercayakan kepada anak usahanya, PT Herbal Globe Natural (HGN).
Saat ini, GLOB telah membentuk organisasi untuk menjalankan skala percontohan, dan proyek percontohan tersebut sudah berjalan serta akan terus dikembangkan kepada proyek-proyek atau area yang lain.
Pertimbangan memilih HGN untuk menjalankan kegiatan usaha baru dibandingkan langsung dari Anggaran Dasar Perseroan, lanjut Sugiono, karena Perseroan menilai aktivitas HGN saat ini sangat kecil.
Sehingga, HGN dipandang lebih mudah untuk memulai bisnis baru ini.
"Di kemudian hari, HGN juga bisa mengundang investor finansial maupun mitra strategis untuk mengembangkan TOSS bersama-sama," terangnya.
Adapun pendanaan untuk memulai TOSS berasal dari internal. Kini, Perseroan sedang menjajaki kemungkinan untuk mengundang investor finansial atau mitra strategis di HGN, terutama yang dapat memberikan dukungan pendanaan untuk mengembangkan TOSS secara berkelanjutan.
"Di masa mendatang, tidak tertutup kemungkinan Perseroan melakukan aksi korporasi baru (seperti PMHMETD atau PMTHMETD)," tegasnya.
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : OREX SAI dan SURGE (WIFI) Luncurkan Implementasi Penuh 5G FWA untuk Menyediakan Internet Terjangkau di Seluruh Indonesia
Kabar Saham Hari Ini : Mulia Boga Raya (KEJU) Umumkan Rencana Tender Offer Pengendali Saham Baru Dengan Harga Rp614 per Lembar
Kabar Saham Hari Ini : Sekar Bumi (SKBM) dan Bumi Pangan Utama Terima Pinjaman Gede dari Bank Maybank Indonesia, Bakal Digunakan Untuk Apa ?
Kabar Saham Hari Ini : Terungkap, 3 Risiko Utama yang Dihadapi Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dalam Operasional Bisnis Sepanjang Tahun 2025 ! Apa Saja ?
Kabar Saham Hari Ini : Prodia Widyahusada (PRDA) Hadirkan Next Generation Laboratory Lewat Layanan Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC), Apa itu ?
Kabar Saham Hari Ini : Rukun Raharja (RAJA) Dirikan Anak Perusahaan Baru ! Intip Bidang Aktivitas PT Banawa Rezeki Optima
Kabar Saham Hari Ini : Anak Usaha BUMA Internasional Grup (DOID), BUMA Rampungkan Pelunasan Penuh Lebih Awal Senior Notes 7,75% yang Jatuh Tempo 2026
Kabar Saham Hari Ini : Garuda Indonesia (GIAA) Buka Suara Soal Perubahan Total Dana PMTHMETD Menjadi Rp23,67 T ! Ada Perubahan Rencana Penggunaan Dana
Kabar Saham Hari Ini : Cek Jadwal Pembayaran Dividen MCOL 2025, Prima Andalan Mandiri Siapkan Rp284,4 Miliar! Berapa Dividen Interim MCOL per Saham ?
Kabar Saham Hari Ini : Mulai 19 November 2025, Darma Henwa Rencana Buyback Saham DEWA Sebesar Rp1,6 Triliun ! Cek Jadwal Tanggal Batas Terakhir