Sektor Hilirisasi Makin Bergairah Ketika Investasi Asing Kembali Dominan, NEXT Indonesia Center: Sinyal Kuat Kebijakan Ekonomi Nasional di Jalur Benar

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 23 April 2026 | 19:05 WIB
Ilustrasi kepercayaan investor. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Ralphs_Fotos)
Ilustrasi kepercayaan investor. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Ralphs_Fotos)

“Dengan mengarahkan modal ke sektor pengolahan, kita tidak hanya menjaga SDA agar tidak keluar dalam bentuk mentah yang murah, tetapi juga membangun ekosistem industri yang lebih berdaya saing di masa depan,” ungkap Christiantoko.

Baca Juga: Rekrutmen Manajer Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih Dibuka di Link phtc panselnas go id ! Pemerintah : Tak Ada Jalur Ordal

Luar Jawa jadi Jawara

Sementara itu, Singapura masih memuncaki daftar negara asal PMA terbesar dengan nilai investasi mencapai US$4,6 miliar.

Posisi ini diikuti oleh Hongkong (US$2,7 miliar), Tiongkok (US$2,2 miliar), Amerika Serikat (US$1,3 miiar) dan Jepang (US$1,0 miliar).

Dari sisi kewilayahan, distribusi investasi juga semakin merata.

Luar Jawa mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp251,3 triliun atau sekitar 50,4%, sementara Jawa mencatatkan Rp247,5 triliun.

 “Ini adalah kabar baik bagi pemerataan ekonomi nasional, di mana industrialisasi tidak lagi terpusat di satu pulau saja,” pungkasnya. 

Menurutnya, investasi yang tersebar ini secara otomatis akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang lebih masif.

“Buktinya ada 706.569 tenaga kerja yang terserap pada kuartal ini. Jadi hilirisasi terbukti menjadi mesin penggerak kesejahteraan yang jauh lebih efektif dibandingkan sekadar pengerukan SDA tanpa pengolahan,” imbuhnya.

Pencapaian pada Triwulan I 2026, kata Christiantoko, memberikan fondasi yang kokoh bagi ekonomi Indonesia untuk menghadapi tantangan global.

Dengan pertumbuhan investasi yang stabil dan fokus yang jelas pada hilirisasi, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk keluar dari jebakan "ekspor barang mentah" dan bertransformasi menjadi negara industri yang tangguh.

Lembaga Riset NEXT Indonesia Center berharap, langkah strategis ini diharapkan dapat terus ditingkatkan sepanjang tahun 2026.

Sinergi antara kebijakan pemerintah yang pro-hilirisasi dan masuknya modal asing maupun domestik akan menjadi kunci utama dalam memperkuat struktur industri nasional berbasis hilirisasi, sehingga nilai tambah SDA dinikmati sepenuhnya di dalam negeri. 

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X