KALIMANTANSATU.COM - Guru Besar Bidang Intelijen Jenderal TNI (Purn) Prof. AM Hendropriyono mengajak seluruh elemen bangsa untuk mewaspadai adanya upaya adu domba yang dilakukan pihak-pihak tertentu lewat penyebaran informasi yang tidak benar, hoaks dan provokasi.
"Kita semua perlu waspada terhadap berbagai informasi yang tidak benar, apalagi fitnah, hoaks, dan provokasi yang sengaja disebarkan untuk mengadu domba sesama anak bangsa," ungkap AM Hendropriyono dikutip dari wawancara Kilat.com (Mitra Promedia dengan) pada Kamis, 18 Juni 2026 di Jakarta.
Hendropriyono bilang, sejarah menunjukkan bahwa perpecahan sering kali diawali oleh informasi yang menyesatkan dan kecurigaan yang sengaja ditanamkan di tengah masyarakat.
Dalam negara demokrasi, segala aspirasi harus disalurkan melalui mekanisme yang sah, damai, dan konstitusional.
"Setiap upaya yang mendorong kebencian, permusuhan, atau Tindakan inkonstitusional yang mengancam pemerintahan yang sah dan stabilitas negara patut diwaspadai bersama," imbuhnya.
"Karena itu, marilah kita mengedepankan akal sehat, tabayun, dan penghormatan terhadap hukum. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumber dan tujuannya," timpalnya.
Hendropriyono menambahkan, persatuan bangsa, ketertiban konstitusi, dan keselamatan negara harus selalu ditempatkan di atas kepentingan golongan maupun ambisi politik sesaat.
Bangsa Indonesia harus waspada terhadap hoaks, fitnah, dan provokasi yang bertujuan mengadu domba masyarakat serta melemahkan kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga negara.
"Demokrasi hanya dapat berkembang dengan baik apabila perbedaan disalurkan melalui cara-cara yang damai, beradab, dari konsitusional," katanya.
Ia menegaskan, segala bentuk upaya inkonstitusional yang mengancam persatuan bangsa dan pemerintahan yang sah tidak boleh memperoleh tempat dalam kehidupan bernegara.
Baca Juga: Dasco Ajak Masyarakat Jual Dollar, Pekan Depan Rupiah Diprediksi Lebih Menguat
Bantah Keterlibatan Dalam Kritik
Terkait beredar tuduhan yang mengaitkan orang-orang yang ada di dekatnya berada di balik gerakan yang mengkritik keras pemerintah, Hendropriyono memberikan bantahan.
Artikel Terkait
Kontroversi Pelaksanaan SPMB 2026 di Jabar Picu Polemik! Ormas Laskar Benteng Indonesia Minta Kadisdik Diganti, Nilai Tak Becus Urus Anggaran
Ketika Petani Papua Dukung Program Cetak Sawah Rakyat untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Anggap Jawab Perubahan Zaman
Ada Demo Mahasiswa Soal Harga BBM, Qodari : Prabowo Siapkan Berbagai Strategi Menuju Ketahanan Energi
Kesepakatan Damai AS dan Iran Diumumkan, Donald Trump Klaim Selat Hormuz Dibuka Kembali Tanpa Biaya Tol
Donald Trump Umumkan Buka Selat Hormuz dan Cabut Blokade Angkatan Laut, Benarkah Ada Kesepakatan Damai AS dan Iran Setelah Perang Hampir 4 Bulan?