KALIMANTANSATU.COM - Adaro Energy Indonesia atau ADRO mencatatkan laba bersih sebesar 416 juta dolar AS pada 2Q23 (-48,8% YoY).
Pendapatan turun -29,2% YoY menjadi 1,6 miliar dolar AS.
Sementara beban pokok pendapatan naik +7,2% YoY.
Akibatnya, laba kotor turun -52% YoY dan GPM turun menjadi 41,6% (vs. 2Q22: 61,2%).
Dibandingkan dengan 1Q23 (QoQ), laba bersih ADRO turun -9,2%, sejalan dengan pendapatan yang turun -10,8%.
Secara kumulatif selama 1H23, ADRO membukukan laba bersih 874 juta dolar AS (-27,9% YoY), mencapai 61,6% dari estimasi konsensus.
Baca Juga: Info Saham JSMR Hari Ini ! Mantap, Laba Bersih Jasa Marga 1H23 Rp1,15 Triliun atau +56,3 Persen YoY
Pendapatan turun -1,8% YoY menjadi 3,5 miliar dolar AS (mencapai 58,1% dari estimasi konsensus), antara lain disebabkan oleh turunnya average selling price (LINK LAPORAN ASP) sebesar -18% YoY.
Sementara itu, volume penjualan batu bara tumbuh +19% YoY menjadi 32,6 juta ton.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan naik +34,1% YoY, antara lain didorong kenaikan beban royalti sebesar +66,9% YoY.
Akibatnya, laba kotor turun -28,6% YoY dan GPM tergerus menjadi 41,56% (vs 1H22: 57,18%). (LINK LAPORAN IDX)
Disclaimer : Artikel ini hanya bersifat informasi. Bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab kami melainkan tanggung jawab masing-masing investor
Artikel Terkait
Info Saham JSMR Hari Ini ! Mantap, Laba Bersih Jasa Marga 1H23 Rp1,15 Triliun atau +56,3 Persen YoY