ekonomi-bisnis

Pemerintah dan DPR Sepakat Kerek PMN untuk BUMN Tahun 2024. Wijaya Karya dan Hutama Karya Kecipratan Gede Nih

Selasa, 12 September 2023 | 14:04 WIB
BUMN untuk Indonesia (Dok. BUMN)

KALIMANTANSATU.COM - Pemerintah dan DPR sepakat kerek Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN pada 2024 dari 18,6 triliun rupiah menjadi 30,7 triliun rupiah.

Tambahan 12,1 Triliun Rupiah itu ditujukan untuk Wijaya Karya ($WIKA) sebesar 6 Triliun Rupiah dan  PT Hutama Karya sebesar 6,1 Triliun Rupiah.

Dikutip Kalimantan Satu dari Stockbit, dengan tambahan ini,  PT Hutama Karya akan menjadi BUMN dengan PMN terbesar pada 2024 mencapai 18,6 triliun rupiah. 

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan  PT Hutama Karya akan mengambil alih aset yang dimiliki oleh Waskita Karya ($WSKT).

Baca Juga: Info Saham ADRO Hari Ini ! Laba Bersih Adaro Energy Indonesia 1H23 874 Juta Dolar AS atau -27,9% YoY

Sementara itu, di pos pendapatan, pemerintah dan DPR sepakat untuk  menaikkan target penerimaan dividen dari BUMN dari 80,8 triliun rupiah menjadi 85,8 triliun rupiah pada 2024.

Jumlah tersebut +5,3% lebih tinggi dari outlook dividen BUMN pada 2023 di angka 81,5 triliun rupiah.

Per 7 Agustus 2023, Kementerian Keuangan melaporkan bahwa realisasi dividen dari BUMN telah mencapai 61,7 triliun rupiah, setara 75,7% dari  outlook 2023.

Tambahan PNM menjadi angin segar bagi emiten BUMN Karya, khususnya bagi WSKT dan WIKA yang sedang mengalami kesulitan keuangan akibat beban utang yang tinggi.

Per 1H23, WSKT dan WIKA memiliki utang bersih (net debt) sebesar 60,2 triliun rupiah dan 30,1 triliun rupiah.

Baca Juga: Info Saham ADMR Hari Ini ! Laba Bersih Adaro Minerals Indonesia 1H23 164 Juta Dolar AS atau -19,1 Persen YoY

Dalam sepekan terakhir, emiten-emiten BUMN Karya tercatat mengalami apresiasi harga saham, dengan WIKA +12,4%, PTPP +37,3%, ADHI +8%, sementara perdagangan WSKT ditangguhkan sejak 8 Mei 2023.

Sementara itu, kenaikan target penerimaan dividen pada 2024 terlihat realistis untuk dicapai tanpa perlu menaikkan payout ratio.

Berdasarkan estimasi laba bersih konsensus, empat emiten BUMN dengan kontribusi dividen terbesar diproyeksikan membukukan pertumbuhan laba bersih minimum 15% YoY pada FY23 (BBRI +15% YoY, BMRI +20% YoY, TLKM +25% YoY, dan BBNI +15% YoY).

Pada 2022, keempat emiten tersebut berkontribusi 78,8% dari total penerimaan dividen BUMN.

Halaman:

Tags

Terkini