KALIMANTANSATU.COM - Apa itu Exit Liquidity ? Para investor harus paham tentang istilah tersebut.
Saat berinvestasi, tidak jarang momentum Fear of Missing Out (FOMO) kerap kali memengaruhi keputusan para investor.
Jika masuk pada saat yang tepat, investor bisa meraup untung.
Namun, jika sampai salah momentum, para investor FOMO ini akan menjadi korban pergerakan harga yang tiba-tiba terkoreksi.
Dilansir Pintu.co.id, kondisi tersebut membuat mereka menjadi sosok yang disebut sebagai exit liquidity.
Dalam hal ini, mereka membeli aset di harga yang sudah tinggi dan kemudian menjadi likuiditas bagi para investor awal untuk menjual aset yang sudah dimiliki.
Sebagai informasi, pasar bekerja berdasarkan likuiditas atau jumlah uang yang tersedia di pasar.
Likuiditas tinggi membuat menjual aset menjadi mudah tanpa memengaruhi harga secara signifikan.
Likuiditas rendah membuat menjual aset lebih sulit dan bisa memengaruhi harga secara signifikan.
Namun, FOMO juga bisa secara sengaja diciptakan.
Dalam hal ini, whale yang mempunyai aset sangat besar menjadi salah satu pelakunya.
Baca Juga: 5 Tips Investasi Saham agar Cuan Maksimal dengan Modal Kecil
Para whale tidak akan melakukan penjualan ketika likuiditasnya rendah guna menghindari crash.