Apa Itu Exit Liquidity ? Investor Wajib Paham, Sering Terjadi saat Momentum FOMO atau Fear of Missing Out

photo author
Tim Kalimantan Satu 02, Kalimantan Satu
- Jumat, 1 Desember 2023 | 16:04 WIB
Ilustrasi pergerakan likuiditas (Prod. Kalimantansatu.com via Pixabay/OpenClipart-Vectors)
Ilustrasi pergerakan likuiditas (Prod. Kalimantansatu.com via Pixabay/OpenClipart-Vectors)

Oleh karena itu, mereka akan menyiasatinya dengan memperbesar likuiditas aset tersebut.

Caranya, mereka menyebarkan hype terhadap aset yang hendak dijual.

Jika berhasil, hype tersebut bisa membuat investor tertarik membeli asetnya karena dorongan FOMO.

Dengan adanya pembeli yang standby, whale bisa menjual aset yang dimiliki tanpa khawatir harganya akan jatuh secara signifikan.

Namun, ketika hype-nya selesai, harga aset dan likuiditasya mengalami penurunan drastis.

Para whale tidak akan dirugikan karena sudah menjual aset saat harganya masih tinggi.

Sementara para investor yang baru membeli aset tersebut, akan merugi karena membeli di saat harga aset tinggi.

Dalam konteks ini, para investor baru yang terjebak kemudian disebut sebagai exit liquidity-nya para whale.

(Tim Kalimantan Satu 02)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: pintu.co.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X