Ketum Kadin itu menyoroti kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi Indonesia untuk memperluas pasar ke kawasan Eropa, yang dinilai lebih konsisten dan memiliki ukuran pasar mencapai 21 triliun dolar AS atau setara Rp349,2 triliun.
“Karena market size-nya besar dan kebijakan mereka lebih stabil, itu menjadi peluang bagi kita,” tukas Anindya.
(*)