ekonomi-bisnis

Danone Indonesia Dorong Akses Air Bersih Inklusif Berdampak Luas Melalui Festival Air Bersih dan Sanitasi Pesantren di Yogyakarta

Kamis, 11 Desember 2025 | 16:09 WIB
Danone Indonesia melalui dua lini bisnis: AQUA (waters) dan Sarihusada (specialized nutrition), bersama Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP) dan Water.org menggelar Festival Air Bersih dan Sanitasi Pesantren di Yogyakarta pada 6 Desember 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Danone Indonesia)

Siap Dukung

Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengapresiasi dan siap mendukung implementasi program ini di DIY, dan Kabupaten Sleman bersama stakeholder di mulai dengan Pondok Pesantren Wahid Hasyim.

Bupati menambahkan, akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi yang layak merupakan salah satu prioritas Pemerintah baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Program ini sejalan dengan upaya kami di Kabupaten Sleman, yakni terus mendorong berbagai program untuk memperluas cakupan layanan air bersih, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memastikan fasilitas sanitasi yang memadai untuk seluruh lapisan masyarakat” tambahnya.

Dampak Luas

Sementara itu, Karyanto Wibowo, Senior Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia menyampaikan, program ini merupakan bagian dari mandat perusahaan untuk membawa dampak kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa akses air bersih adalah hak dasar setiap orang. Di banyak pesantren, kebutuhan ini masih menjadi tantangan, baik dari sisi infrastruktur maupun pembiayaan. Karena itu, melalui kolaborasi dengan SEP dan Water.org, kami menghadirkan solusi inovatif melalui water credit yang memungkinkan pesantren membangun fasilitas air bersih secara mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.

Baca Juga: Waskita Karya Gadai Rekening Rp221,4 M ke Bank BRI (BBRI) ! Apa Tujuan WSKT ?

Sebagai informasi, Water credit merupakan skema pembiayaan yang dikembangkan oleh Water.org untuk memperluas akses air bersih dan sanitasi bagi komunitas yang selama ini sulit menjangkau layanan keuangan formal.

Melalui kemitraan dengan lembaga keuangan mikro, pesantren dapat memperoleh bantuan pendanaan.

Hal ini diharapkan agar pesantren tidak lagi sepenuhnya bergantung pada hibah, melainkan didorong untuk mampu mengelola, merawat, dan mengembangkan sarana yang mereka bangun.

Menurut Karyanto, pendekatan seperti water credit bukan sekadar memberikan bantuan sesaat.

"Ini adalah bentuk pemberdayaan agar pesantren memiliki kemandirian, mekanisme pengelolaan yang transparan, serta kemampuan untuk memastikan keberlanjutan fasilitas mereka. Kami ingin menciptakan dampak nyata yang tidak hanya menyelesaikan masalah hari ini, tetapi menguatkan pesantren untuk masa depan," tandasnya.

Baca Juga: Melalui Anak Usahanya, Chandra Daya Investasi (CDI Group/CDIA) Luncurkan Armada Kapal Logistik Kimia Cair Terbaru Kapasitas 9.000 DWT Bernama Novah

Jangan Tabu

Halaman:

Tags

Terkini