ekonomi-bisnis

Konsumsi Rumah Tangga dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Membaik, Segini Angka Proyeksi Bank Indonesia Tahun 2025 dan 2026

Sabtu, 20 Desember 2025 | 09:27 WIB
Ilustrasi ekonomi. (Kalimantansatu.com/Dok. stevepb)

KALIMANTANSATU.COM - Bank Indonesia (BI) mengungkap pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan perlu terus didorong agar sesuai dengan kapasitas perekonomian.

Konsumsi rumah tangga triwulan IV 2025 membaik didukung oleh belanja sosial Pemerintah, serta keyakinan rumah tangga terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang terus meningkat.

"Perkembangan ini mendorong meningkatnya penjualan eceran pada berbagai kelompok barang," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 17 Desember 2025.

Investasi, khususnya nonbangunan, juga membaik dipengaruhi oleh meningkatnya keyakinan pelaku usaha yang tecermin pada pola ekspansi Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur.

Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 7,74% November 2025 ! Bank Indonesia Beberkan Penyebab dan Bicara Soal Ketahanan Bank di Indonesia

Permintaan domestik tersebut perlu makin diperkuat sejalan dengan kinerja ekspor yang diprakirakan melambat seiring berakhirnya frontloading ekspor ke AS serta menurunnya ekspor besi baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India.

Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) utama, yakni LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menunjukkan kinerja positif.

"Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2025 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7–5,5% dan meningkat menjadi 4,9–5,7% pada 2026," terangnya.

Ke depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, dengan tetap menjaga stabilitas.

"Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan," pungkas Perry Warjiyo.

(*)

Tags

Terkini