ekonomi-bisnis

Data Jumlah Populasi Sapi Potong Indonesia 2025 : Pulau Jawa Penyumbang Terbesar ! Cek Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua per Provinsi

Selasa, 13 Januari 2026 | 08:11 WIB
Ilustrasi Sapi Potong - Data Jumlah Populasi Sapi Potong Indonesia 2025 : Pulau Jawa Penyumbang Terbesar ! Cek Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua per Provinsi (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay ericojuniormorais0)

KALIMANTANSATU.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat berdasarkan perkembangan populasi sapi potong Indonesia selama periode 2019–2025, terlihat adanya dinamika yang cukup mencolok baik pada tingkat nasional maupun antarwilayah.

Secara nasional, populasi sapi potong di Indonesia meningkat secara konsisten dari tahun 2019 hingga 2021, yaitu dari 16,93 juta ekor menjadi 17,98 juta ekor.

Data itu dikutip Kalimantansatu.com dari Peternakan Dalam Angka 2025 yang dipublikasikan oleh BPS pada 9 Januari 2026.

Memasuki tahun 2022, populasi sapi potong mulai mengalami penurunan sebesar 2,08 persen.

Pada tahun 2023, terjadi penurunan yang jauh lebih signifikan, mencapai 38,48 persen sehingga jumlahnya turun menjadi 10,83 juta ekor.

Baca Juga: Targetkan Serapan Gabah Tembus 4 Juta Ton Tahun 2026, Mentan Amran Sulaiman Ungkap Cara Mencapainya

Penurunan tajam pada 2023 tersebut tampak terjadi secara serentak di hampir seluruh pulau, sehingga mengindikasikan adanya faktor yang bersifat nasional.

Pada tahun 2024 dan 2025, populasi kembali menunjukkan tanda pemulihan dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 22,53 persen dan 2,12 persen, meskipun jumlahnya belum kembali ke level tertinggi sebelum 2022.

Relatif Seragam

Perkembangan populasi sapi potong menurut wilayah menunjukkan pola yang relatif seragam.

Pulau Jawa tetap menjadi penyumbang terbesar dan sejalan dengan tren nasional, yaitu peningkatan hingga 2021–2022, penurunan tajam pada 2023, lalu kembali mengalami pemulihan pada 2024–2025.

Wilayah lain seperti Sumatera, Bali–Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, serta Maluku dan Papua menunjukkan kecenderungan serupa.

Secara keseluruhan, pemulihan pascapenurunan 2023 mulai terlihat di seluruh wilayah meskipun belum seluruhnya mencapai tingkat sebelum kontraksi terjadi.

Baca Juga: 7 Ide Bisnis Ramadhan 2026 yang Menjanjikan untuk Pelaku UMKM, Bisa Meraup Keuntungan Besar Karena Permintaan Melonjak

Halaman:

Tags

Terkini