ekonomi-bisnis

Di Tengah Gejolak Global, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Diramal 5,54 Persen ! Ekonom UI Ungkap Hasil Kajiannya

Senin, 13 April 2026 | 21:56 WIB
ILUSTRASI PERTUMBUHAN EKONOMI - Di Tengah Gejolak Global, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Diramal 5,54 Persen ! Ekonom UI Ungkap Hasil Kajiannya (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Geralt)

Di balik angka pertumbuhan yang relatif kuat, terdapat sejumlah indikator yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Kajian tersebut mencatat adanya tanda-tanda pelemahan daya beli masyarakat.

Beberapa di antaranya adalah penurunan penjualan mobil pada Maret yang terkontraksi hingga 13,8 persen secara tahunan, serta pertumbuhan kumulatif kuartal I yang hanya mencapai 1,7 persen.

Baca Juga: Inilah 5 Bukti Pasar Saham Indonesia Makin Transparan dan Sesuai Standar Global! Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi Beberkan Kebijakan Baru, Apa Saja?

Selain itu, indeks penjualan ritel modern (MSI) juga melambat menjadi 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7,5 persen.

Tidak hanya itu, tingkat tabungan kelompok berpendapatan rendah juga terus menurun dalam tiga tahun terakhir, diiringi turunnya kepercayaan konsumen selama tiga bulan berturut-turut. Pelemahan juga terlihat pada beberapa sub-komponen PMI.

“Semua indikator ini mengarah pada melemahnya daya beli riil, yang berpotensi tertutupi oleh angka PDB secara keseluruhan,” kata Fithra.

Ia menekankan bahwa memasuki kuartal II-2026 akan menjadi fase krusial, terutama dengan adanya risiko normalisasi pasca-Lebaran.

Dalam skenario dasar, program pemerintah masih diharapkan mampu menahan tekanan eksternal, namun tren penurunan tabungan masyarakat berpenghasilan rendah menjadi risiko utama yang perlu dimonitor ketat.

“Transisi ke kuartal II akan menjadi titik penentu. Risiko terhadap daya beli harus diwaspadai, terutama dari kelompok rentan,” ujarnya.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini