KALIMANTANSATU.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pasar saham Indonesia semakin transparan dan selaras dengan standar global saat ini.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, membeberkan berbagai kebijakan baru telah menjawab kekhawatiran pelaku pasar, termasuk penyedia indeks global.
“Kami telah mencapai kemajuan signifikan dalam menjawab berbagai kekhawatiran dari para pemangku kepentingan, serta semakin meningkatkan transparansi dan menyelaraskan pasar domestik dengan standar institusi global,” ujar Friderica di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Berikut lima bukti konkret yang menunjukkan meningkatnya transparansi pasar saham Indonesia, yang dipaparkan Friderica:
1. Identitas Pemegang Saham Besar Kini Terbuka
Melalui kerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% kini diungkap ke publik. Informasi ini dipublikasikan setiap bulan melalui situs Bursa Efek Indonesia (IDX) sejak 3 Maret 2026.
Langkah ini memberikan visibilitas lebih jelas kepada investor tentang siapa saja pihak yang memiliki pengaruh signifikan di suatu emiten.
2. Klasifikasi Investor Lebih Detail
Jika sebelumnya investor hanya dikelompokkan dalam 9 kategori, kini diperluas menjadi 39 jenis. Klasifikasi baru ini disusun bersama pelaku pasar, termasuk anggota bursa dan bank kustodian, dan mulai berlaku 1 April 2026.
Dengan data yang lebih rinci, pelaku pasar dapat memahami struktur investor dengan lebih akurat.
3. Free Float Naik Dua Kali Lipat
OJK bersama IDX meningkatkan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15%. Aturan ini efektif berlaku sejak 31 Maret 2026.
Artikel Terkait
Bank Dunia Apresiasi Hilirisasi Tambang Indonesia, Anggap Ampuh Beri Nilai Tambah bagi Ekonomi
PTPP Teken Kontrak Proyek Pembangunan Jembatan Pulau Laut di Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Melalui Skema Joint Operation
Avia Avian Jual Semua Saham PT Multipro Paint Indonesia ke PT Pacific Dwiyasaputra, Bos AVIA Ungkap Alasannya
Harga Saham SMKM Melonjak 37,33 Persen Dalam 4 Hari Terakhir, Memantul Setelah Fase Downtrend ?
Lagi Moncer ! Chandra Asri Group Catatkan Rekor EBITDA Tertinggi di Q1 2026, Intip 6 Faktor Utama Pendorong Kinerjanya
PPRO Hadirkan Sava Padel di Grand Dharmahusada Lagoon Surabaya untuk Urban Lifestyle, Apa Saja Fasilitasnya ?
Melihat 6 Hasil RUPST Cimory : Cisarua Mountain Dairy Bagikan Dividen Saham CMRY Rp1,59 T Hingga Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Periode 2026-2031
Linknet Raih 5 Juta Home-Passed di Indonesia, Bos LINK Tegaskan Bukan Sekedar Angka dan Ungkap Target Selanjutnya
Yulie Sekuritas Indonesia Rencana Bagi Dividen Saham YULE Rp15,8 Miliar ! Cek Jadwal Ex, Cum dan Recording Date
Sedap Nih ! Sigma Energy Compressindo (Sinerco) Bakal Bagi Dividen Saham SICO 2025, Segini Besarnya Per Lembar