ekonomi-bisnis

Mimpi Anak Pengemudi Ojol untuk Kuliah di AS Tetap Hidup Berkat Sekolah Rakyat, Ingin Jadi Data Science Analyst

Kamis, 16 April 2026 | 15:06 WIB
Akbar Varel Areva (17) adalah anak seorang pengemudi ojek online. Ia sempat putus sekolah karena keterbatasan akses pendidikan. Tapi harapan baru terbuka berkat Sekolah Rakyat yang dibuka pemerintah. (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

KALIMANTANSATU.COM, BEKASI – Akbar Varel Areva (17) adalah anak seorang pengemudi ojek online.

Ia sempat putus sekolah karena keterbatasan akses pendidikan.

Tapi harapan baru terbuka berkat Sekolah Rakyat yang dibuka pemerintah.

Sekolah Rakyat adalah program yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Program ini hadir sebagai upaya nyata untuk memutus rantai kemiskinan.

Sekarang Akbar duduk di kelas 1 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Bekasi, Jawa Barat.

Ia kembali memupuk mimpinya untuk menjadi seorang Data Science Analyst.

“Cita-cita saya menjadi Data Science Analyst,” kata Akbar.

Baca Juga: Pemerintah Bangun 104 Sekolah Rakyat Asrama Gratis Lagi untuk Percepat Akses Pendidikan Anak Miskin Ekstrem

Siswa yang berasal dari Bantar Gebang ini mengaku ingin melanjutkan pendidikan ke Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat (AS), salah satu perguruan tinggi terkemuka dunia di bidang sains dan teknologi.

Akbar mengaku menemukan kembali arah dan cita-citanya setelah bersekolah di SRMA 13 Bekasi.

Sekolah Rakyat membantunya mengenali bakat dan minat yang belum pernah ia sadari sebelumnya.

“Sebelum saya masuk SR ini kan ada tes bakat. Dari tes itu ternyata saya lebih condong ke bidang Explorer, Strategizer, dan Analyzer,” ujarnya.

Para guru dan sesama murid SRMA Bekasi turut memperkuat motivasi Akbar mengejar cita-cita.

Halaman:

Tags

Terkini