Dukungan dari lingkungan sekitar membuatnya semakin bersemangat.
“Cita-cita saya yang ingin menjadi Data Science Analyst itu didukung terus oleh guru saya, begitu juga teman-teman saya yang terus memotivasi saya. Guru juga di sini memfasilitasi dalam berbagai hal, seperti pendidikan, kemudian akses internetnya juga,” imbuhnya.
SRMA 13 Bekasi pun menyediakan kegiatan ekstrakurikuler robotika bagi siswa yang memiliki minat di bidang sains dan teknologi seperti Akbar.
“Untuk mencapai impian saya, saya terus mempelajari hal-hal yang saya butuhkan ke depannya. Seperti saya mempelajari dasar pemrograman, algoritma, kemudian saya juga mengikuti ekstrakulikuler robotik yang membantu perkembangan diri saya,” kata Akbar.
Siswa peraih medali nasional di bidang Olimpiade Matematika ini juga menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya.
Sebab, seluruh biaya pendidikannya ditanggung oleh pemerintah. Berbagai fasilitas pendidikan pun dinikmati secara gratis.
Ia juga menuturkan bahwa sistem asrama di Sekolah Rakyat membentuk kedisiplinan serta menanamkan nilai empati dan kebersamaan di antara para siswa.
“Di SR ini juga tidak ada yang memiliki status senioritas atau apa pun. Jadi semuanya sama rata. Karena di SR ini prinsipnya, cerdas bersama, tumbuh setara,” tutup Akbar.
Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berkomitmen memberikan pendidikan berasrama (boarding school) gratis dari tingkat SD sampai SMA untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Dengan fasilitas lengkap mulai dari makanan, seragam, buku, hingga asrama, Sekolah Rakyat memberikan pendidikan berkualitas agar siswa-siswinya dapat mengejar mimpi.
Dengan pendekatan ini, Sekolah Rakyat diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, bahkan hingga ke perguruan tinggi, serta memiliki masa depan yang lebih baik.
(*)