Dengan jumlah peserta mencapai 158 orang, pelatihan ini menjadi salah satu upaya konkret mendorong kesiapan guru vokasi menghadapi era industri digital.
Sinergi antara pemerintah, industri teknologi, asosiasi guru, dan program kelas industri diharapkan mampu mempercepat adopsi inovasi pembelajaran di sekolah-sekolah kejuruan seluruh Indonesia.
(*)