KALIMANTANSATU.COM, MALANG - Kolaborasi empat lembaga lintas sektor menghadirkan Exclusive Training for Vocational Educators yang diikuti 158 guru vokasi, guru SMK/SMA, trainer, dan tenaga pendidik dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Direktorat Kemitraan Vokasi dan Pendidikan Deputi 4 Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Intel Indonesia, Ikatan Guru Vokasi Indonesia (IGVI), serta AXIOO Class Program.
Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 22–28 April 2026, pukul 14.00–16.00 WIB.
Program ini dirancang untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi seperti AI, coding, dan robotika dalam transformasi pendidikan vokasi.
Peserta juga dibekali insight penggunaan Intel® Skills for Innovation (SFI) yang selaras dengan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam di ruang kelas.
Selain peningkatan kapasitas, peserta yang menyelesaikan pelatihan akan memperoleh badge dan sertifikat kompetensi.
Program ini sekaligus membuka peluang bagi para pendidik untuk mengenal jalur menuju Intel® SFI Ambassador, serta memperkuat jejaring kolaborasi bersama ICCN, IGVI, dan Axioo Class Program.
Kepanitiaan pelatihan dikoordinasikan langsung oleh empat pihak: Rudi Nofindra selaku Direktur Kemitraan Vokasi dan Pendidikan Deputi 4 ICCN, Devi Amalia sebagai Educational Program Manager Intel Indonesia, Ahmad Fauzi Muzaki Deputy Director Education Program Axioo, dan Umi Tira Lestari Ketua Ikatan Guru Vokasi Indonesia.
Rudi Nofindra Direktur Kemitraan Vokasi dan Pendidikan ICCN melihat kolaborasi lintas sektor ini sebagai kunci untuk mengakselerasi link-and-match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri masa depan.
"Pelatihan ini bukan sekadar pengenalan teknologi semata, melainkan langkah strategis dalam membekali pendidik agar mampu mencetak talenta-talenta vokasi yang inovatif, adaptif, dan siap menjadi penggerak dalam ekosistem ekonomi kreatif digital kita," kata Rudi.
Educational Program Manager Intel Indonesia, Devi Amalia, menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak bertumpu pada teknologi semata.
"Intel mengapresiasi kolaborasi ICCN, IGVI, dan seluruh mitra dalam memperkuat kapasitas guru Indonesia. Bagi Intel, transformasi pendidikan tidak dimulai dari teknologi semata, tetapi dari guru yang didukung untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan, aktif, dan sesuai dengan kebutuhan masa depan. Melalui Intel® Skills for Innovation, kami mendorong pemanfaatan teknologi dan AI secara bertanggung jawab agar benar-benar memberi dampak di kelas dan membantu menyiapkan siswa menghadapi perubahan dunia kerja," ujarnya.
Artikel Terkait
UKP Mendengar : Wakil Ketua ICCN Raffi Ahmad Kunjungi Subang, Bawa Harapan Baru bagi Ekraf Lokal
Teken MoU, Promedia Group Kolaborasi dengan ICCN untuk Wujudkan Kemandirian Para Pelaku Ekonomi Kreatif di Seluruh Indonesia
Buruan Daftar ! ICCN Ajak Peneliti dan Akademisi Kolaborasi Riset Bersama untuk Kembangkan Pengetahuan Kota/Kabupaten Kreatif Indonesia
ICCN Buka Kolaborasi untuk Pengembangan IP, Peluang Buat Kamu yang Punya Karya Kreatif
Korda ICCN Lampung Ikut Residensi dan Pameran di Thailand, Perluas Eksposur Praktik Seni Visual Indonesia di Kancah Global
Buku Digital Retrospektif Kota Kreatif Diluncurkan ICCN, Merekam Perjalanan Kota-Kabupaten Kreatif Indonesia
Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Apresiasi dan Dukung Film Pelangi di Mars, Representasi Kreativitas serta Kualitas Karya Sineas Indonesia
Viral Kasus Videografer Amsal Sitepu, Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Anggap Momentum Menata Sistem Ekonomi Kreatif Indonesia
Sinergitas Pemkab Pulau Taliabu dan ICCN untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Melalui Ekosistem Kota/Kabupaten Kreatif