Nama Raminten pertama kali diperkenalkan lewat sebuah program komedi situasi di Jogja TV pada awal tahun 2000-an.
Hamzah memerankan sosok wanita Jawa yang kocak, enerjik, dan gemar menari serta menyanyi tembang sinden.
Penampilannya dengan sanggul besar, kebaya, dan kacamata bulat menjadi ciri khas yang membekas di benak masyarakat.
Melihat antusiasme masyarakat terhadap karakter ini, Hamzah kemudian memutuskan untuk membuka restoran bernama The House of Raminten pada 26 Desember 2008.
Berlokasi di Jalan FM Noto No. 7, Kotabaru, Yogyakarta, restoran ini menawarkan pengalaman makan yang berbeda dari tempat lain.
(*)
Artikel Terkait
Sutradara Sekaligus Animator Film Jumbo Ryan Adriandhy Ceritakan Fakta Menarik di Balik Soundtrack Lagu Selalu Ada di Nadimu
Selidiki Kasus Makan Bergizi Gratis yang Diduga Membuat Keracunan Puluhan Siswa di Cianjur, BGN: Berasal dari MBG atau Bukan ?
Kebijakan Paus Fransiskus terhadap Perang Gaza Diduga Jadi Alasan Israel Hapus Ucapan Bela Sungkawanya di Media Sosial
Bukan Hanya di Sumsel, Tren Tabur Benih Pertanian Pakai Drone Ternyata Juga Pernah Viral di Jabar
Momen Presiden Prabowo Subianto Kaget saat Tanam Padi Pakai Drone: Dulu Lamanya 25 Hari, Sekarang Sehari Bisa 25 Hektare
Kini Laris se-Asia Tenggara, Sutradara Ryan Adriandhy Ngaku Pernah Hampir Menyerah saat Bikin Film Animasi Jumbo
Mengungkap Tradisi Pemakaman Tiga Peti Paus Fransiskus: Ada Makna Simbolis dan Proses Sakral yang Menyertainya
Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Inisiasi Ustadz Adi Hidayat yang Membuat Gerakan Indonesia Menanam
Inisiasi Gerakan Indonesia Menanam (Gerina), Ustaz Adi Hidayat: Presiden Tidak Bisa Sendirian
Mengenang Apa itu Raminten, Sejarah dan Warisan Budaya Kuliner Sarat Budaya dari Almarhum Hamzah Sulaiman