Apa itu Hoarding Disorder ? Yuk Ketahui Gejala Diagnosa, Penyebab Hoarding Disorder dan Cara Mengobati

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 5 Oktober 2023 | 20:37 WIB
Ilustrasi kesehatan mental  (Pixabay/WOKANDAPIX)
Ilustrasi kesehatan mental (Pixabay/WOKANDAPIX)

Berbeda dengan pengorganisasian dan tampilan harta benda yang terlihat saat pengumpulan, kekacauan yang tidak terorganisir merupakan ciri dari kekacauan penimbunan.

Prevalensi gangguan menimbun secara keseluruhan adalah sekitar 2,6%, dengan angka tertinggi terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun dan orang dengan diagnosis psikiatrik lain, terutama kecemasan dan depresi.

Prevalensi dan ciri-ciri penimbunan tampaknya serupa antar negara dan budaya.

Sebagian besar bukti menunjukkan bahwa penimbunan terjadi dengan frekuensi yang sama pada pria dan wanita.

Perilaku menimbun dimulai pada awal kehidupan dan semakin parah setiap dekadenya.

Baca Juga: Baby Octopus Seperti Apa ? Ternyata Ada Manfaat Makan Baby Octopus untuk Kesehatan, Sahabat

Penyebab Hoarding Disorder 

Penyebab gangguan penimbunan tidak diketahui. Karena klasifikasi terbarunya, neurobiologi gangguan penimbunan pada manusia merupakan bidang yang baru berkembang; membuatnya agak terlalu dini untuk menarik kesimpulan yang tegas.

Penimbunan lebih sering terjadi pada individu dengan anggota keluarga yang juga mempunyai masalah dengan penimbunan.

Peristiwa kehidupan yang penuh tekanan, seperti kematian orang yang dicintai, dapat memperburuk gejala penimbunan.

Gangguan penimbunan memiliki profil gejala, korelasi saraf, dan ciri-ciri terkait yang berbeda dari OCD dan gangguan lainnya.

Sejumlah defisit pemrosesan informasi telah dikaitkan dengan penimbunan; termasuk perencanaan, pemecahan masalah, pembelajaran dan memori visuospasial, perhatian berkelanjutan, memori kerja, dan pengorganisasian.

Perilaku menimbun muncul relatif awal dalam kehidupan dan kemudian menjadi kronis.

Sebagian besar penelitian melaporkan timbulnya penyakit ini antara usia 15 dan 19 tahun.

Pengenalan dini, diagnosis, dan pengobatan sangat penting untuk meningkatkan hasil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: psychiatry.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X