Para Ayah atau Calon Bapak Harus Tahu Alasan Mengapa Ibu Hamil Harus Bebas dari Stres ! Ada Hubungannya terhadap Hal Ini Gaes

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Rabu, 6 Agustus 2025 | 18:50 WIB
Ilustrasi ibu hamil. (Kalimantansatu.com/Pixabay luciana_ferraz)
Ilustrasi ibu hamil. (Kalimantansatu.com/Pixabay luciana_ferraz)

KALIMANTANSATU.COM - Sebagian besar calon orang tua mengutarakan keinginannya agar sang anak lahir ke dunia dalam keadaan sehat.

Saat hamil, para ibu berusaha menjaga pola makan, mengkonsumsi vitamin, serta menghindari obat-obatan berbahaya. Namun, terdapat faktor lain yang sering terabaikan, yaitu stres selama kehamilan.

Meski kata "stres" sering kita dengar, namun ternyata definisinya cukup kompleks.

Dokter sekaligus penulis Explorations of the Mind, Thomas R. Verny, M.D., menyebut, stres pada ibu hamil ternyata dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan otak janin.

"Stres dapat diartikan sebagai tuntutan internal dan eksternal yang memerlukan penyesuaian. Stres menjadi berbahaya ketika mekanisme adaptasi tubuh gagal," tutur Verny sebagaimana dilansir dari Psychology Today, pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Baca Juga: 5 Tanda Ciri-ciri Akar Gigi Tertinggal di Gusi atau Tulang Rahang. Apakah Kamu Sering Mengalami Nyeri Gigi Sob ?

Saat tubuh merasakan stres, kelenjar adrenal melepaskan hormon adrenalin dan noradrenalin ke dalam darah. Ini memicu respons “fight or flight” yang meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan gula darah, serta mengalihkan aliran darah dari organ dalam ke otot-otot besar.

Selain itu, stres memicu kerja sistem saraf simpatik dan menekan sistem parasimpatik yang berperan dalam istirahat, tidur, dan pencernaan.

"Pada ibu hamil, kondisi ini berarti janin akan menerima lebih sedikit oksigen dan nutrisi,” kata Verny.

"Respons ini baik jika seseorang sedang menghadapi bahaya, tapi tidak ideal bagi ibu yang mengandung," jelasnya.

Hasilnya, ibu hamil bisa mengalami gangguan tidur dan penyerapan nutrisi yang buruk, yang tentu berdampak pada janin.

Stres dalam waktu singkat biasanya tidak berbahaya karena tubuh memiliki mekanisme pemulihan alami. Namun, stres berat atau berkepanjangan—misalnya karena kehilangan pekerjaan atau tekanan hidup sebagai ibu tunggal—dapat membuat tubuh terus memproduksi hormon stres seperti kortisol, adrenalin, dan noradrenalin.

Baca Juga: 9 Manfaat Daun Kemangi Dimakan Mentah Untuk Kesehatan. Daun Kemangi Mengandung Banyak Vitamin, Senyawa dan Mineral Sehingga Bisa Menjadi Tanaman Obat

"Tubuh ibu akan terendam hormon stres dalam waktu lama, dan janin ikut terkena dampaknya," ujar Verny.

Kadar hormon stres yang tinggi dan berlangsung lama ini terbukti berbahaya bagi perkembangan janin, khususnya otaknya. Otak janin yang sedang terbentuk memiliki susunan sel saraf yang harus mencapai lokasi tertentu sesuai peta genetiknya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: Psychology Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X