Bahkan dalam beberapa kasus, buang air besar atau air kecil juga harus dilakukan di kasur dengan menggunakan pispot.
Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan Anda dan kondisi janin sebelum menentukan jenis bed rest mana yang Anda butuhkan.
Oleh sebab itu, konsultasikanlah pada dokter kandungan Anda.
Baca Juga: Pantangan Makanan yang Harus Dihindari Penderita Cacar Air agar Cepat Sembuh
Penyebab bedrest ibu hamil
Pada umumnya, ibu hamil dianjurkan melakukan bed rest jika memiliki kondisi kronis tertentu atau kondisi kehamilan yang berisiko.
Berikut hal yang membuat ibu hamil dianjurkan untuk tirah baring:
a. Preeklampsia
Memiliki tekanan darah yang tinggi atau preeklampsia membuat ibu hamil harus melakukan bed rest.
Tujuan dari tirah baring untuk kondisi ini, yaitu agar kehamilan dapat tetap aman hingga memasuki waktu untuk bersalin.
b. Kontraksi prematur
Calon ibu yang berkontraksi secara teratur sebelum minggu ke-37 kehamilan atau menunjukkan tanda-tanda persalinan dini, umumnya memerlukan bed rest.
Bed rest dilakukan untuk mencegah terjadinya kelahiran prematur atau mempersiapkan persalinan hingga waktunya aman.
c. Kehamilan kembar
Ibu yang mengandung janin kembar juga dianjurkan untuk bed rest karena kehamilannya lebih berisiko.