Ini dapat membantu ibu beristirahat agar kehamilannya berjalan dengan aman.
d. Pendarahan vagina
Pendarahan vagina dapat terjadi karena plasenta letak rendah (plasenta previa) atau terlepasnya plasenta dari rahim sebelum waktunya (solusio plasenta).
Ini membuat ibu harus melakukan bed rest karena dikhawatirkan akan membahayakan kehamilannya.
Karena solusio plasenta adalah kondisi gawat darurat maka, sebaiknya langsung ke Rumah Sakit.
e. Masalah serviks atau leher rahim
Adanya masalah pada serviks, seperti serviks yang lemah atau memendeknya serviks sebelum waktunya dapat mendatangkan risiko kelahiran prematur pada bayi.
f. Ketuban pecah dini
Keluarnya air-air merembes dari vagina dapat menjadi indikasi ketuban pecah dini (sebelum waktunya), hal ini dapat menyebabkan infeksi dan membahayakan janin.
Karena adanya robekan pada selaput yang membungkus janin maka untuk mencegah robekan lebih besar maka ibu hamil harus bed rest total.
Bed rest dianggap bermanfaat untuk ibu hamil karena dapat mengurangi tekanan pada leher rahim dan tekanan pada jantung sehingga mampu meningkatkan sirkulasi ke rahim.
Namun tak hanya bed rest, perawatan medis untuk berbagai kondisi tersebut juga harus dilakukan.
Lakukan bed rest sesuai anjuran dokter karena jika berlebihan dilakukan akan mendatangkan risiko kesehatan.
Risiko bedrest ibu hamil