KALIMANTANSATU.COM - PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merilis laporan penyelesaian aksi pembelian kembali (buyback) saham yang berlangsung mulai 19 Mei 2026 sampai dengan 18 Agustus 2026.
Melalui rilis tertulis pada Rabu (19/8/2026), Sekretaris Perusahaan BEEF, Ratna Sari, memaparkan akumulasi hasil buyback saham Perseroan tersebut:
- Jumlah Saham: Berhasil menyerap sebanyak 52.558.600 lembar saham.
- Harga Rata-Rata: Dibeli pada tingkat harga rata-rata Rp299 per lembar.
- Total Realisasi: Nilai nominal eksekusi mencapai Rp9,4 miliar.
- Sisa Anggaran: Dana alokasi buyback yang tersisa tercatat sebesar Rp90,5 miliar.
Latar Belakang dan Alokasi Dana
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 18 Mei 2026, awalnya PT Estika Tata Tiara Tbk menyiapkan dana taktis maksimal sebesar Rp100 miliar.
Angka tersebut di luar biaya perantara pedagang efek dan beban operasional pendukung lainnya.
Manajemen mengambil aksi korporasi tersebut sebagai bentuk respons terhadap dinamika pergerakan harga di pasar bursa.
Langkah ini didasari penilaian internal bahwa harga pasar saham BEEF saat ini belum merefleksikan nilai wajar (fair value) berdasarkan fundamental kinerja aktual perusahaan.
(Prabu Warah)
Artikel Terkait
Transaksi Tembus Rp1,12 Kuadriliun! Bank Indonesia Rilis Kartu Kredit Indonesia Berbasis QRIS dan Perluas Bebas Biaya MDR 0% Mulai 1 Oktober 2026
Membedah Dampak Negatif Kabut Asap Karhutla Bagi Ekonomi: Bukan Sekadar Masalah Kesehatan, Ini Sektor-Sektor Ekonomi yang Paling Terpukul
Dorong Kemandirian Ekonomi Ahli Waris, BPJS Ketenagakerjaan dan Pemprov Kalbar Luncurkan Program PEKA, Wagub Krisantus: Momentum Bangkit
Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9 dan 10 Belum Final, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Kuota Harian Masih Berlaku
Hasil RDG BI Agustus 2026: Suku Bunga BI Rate Bertahan di Level 5,75 Persen! Perkuat Kebijakan Makroprudensial dan Digitalisasi Pembayaran
Target Bappenas 2029: Konsumsi Listrik Capai 1.720 kWh per Kapita Melalui Pemerataan EBT, Dorong Transformasi Spasial Energi
Hasil RDG BI : Ekonomi Global 2026 Dibayangi Risiko Geopolitik dan Suku Bunga FFR, Sinergi Fiskal-Moneter Diperkuat
RDG BI Agustus 2026 : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II 2026 Terjaga 5,29%, Melanjutkan Tren Positif dan Masih Kuat
Hasil RUPSLB MREI: Angkat Anwar Cipto Syamsul Jadi Direktur Baru PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk
Garap Potensi Panas Bumi 23,2 GW untuk Target Nomor Satu Dunia, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Siapkan Insentif dan Revisi Aturan