ARNA Rampungkan Buyback
Arwana Citramulia (ARNA) mengumumkan telah merampungkan buyback saham untuk periode 29 April–29 Juli 2025, dengan jumlah saham yang dibeli mencapai 18,3 juta saham.
Total nilai transaksi ini mencapai 10,9 miliar rupiah, mengimplikasikan harga rata–rata pembelian sebesar 596 rupiah per lembar.
SOLA Kerja Sans Dengan Apolpo LLC
Xolare RCR Energy (SOLA).mengumumkan kerja sama dengan Apolpo LLC — perusahaan asal AS yang bergerak dalam strategi iklim dan solusi karbon — untuk mengembangkan proyek carbon capture, utilization, and storage (CCUS) di Indonesia.
Melalui perjanjian jangka panjang ini, SOLA akan menjadi perwakilan eksklusif Apolpo LLC di Indonesia dengan tanggung jawab untuk merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan inisiatif CCUS guna mendukung dekarbonisasi di sektor–sektor utama seperti energi, manufaktur, dan heavy industry.
TLKM Revisi Guidance Pertumbuhan Pendapatan dari Low Single Digit Menjadi Flat
Manajemen Telkom Indonesia (TLKM) mengadakan earnings call kinerja 2Q25 pada Selasa (5/8/2025) sore.
Menyusul lemahnya kinerja pada 1H25, manajemen TLKM memutuskan untuk merevisi guidance pertumbuhan pendapatan selama 2025 dari low–single digit menjadi flat.
Revisi target top–line yang lebih soft tersebut juga berdampak pada penurunan ekspektasi margin EBITDA dari target awal di kisaran 50–52% menjadi 50% (vs. 1H25: 49,5%).
Untuk mencapai target ini, TLKM perlu membukukan pendapatan sebesar 77 triliun rupiah pada 2H25, naik dibandingkan realisasi pada 1H25 di 73 triliun rupiah (+5,4%) dan 2H24 di 74,7 triliun rupiah (+3%).
Manajemen TLKM memprediksi bahwa penurunan average revenue per user (ARPU) di segmen mobile ke level 41,2 ribu rupiah telah mencapai puncaknya, didukung oleh beberapa faktor seperti:
1) peluncuran starter pack 35 ribu rupiah untuk 3 GB (vs. sebelumnya 24 ribu rupiah untuk 6 GB) serta penghentian program Telkomsel Lite dan Telkomsel prabayar;
2) simplifikasi produk dari 6 ribu SKU menjadi 400 SKU; dan
3) sisa persediaan starter pack murah dari periode persaingan ketat pada 3Q24–1Q25 diekspektasikan akan habis pada akhir Agustus 2025.