KALIMANTANSATU.COM - PT Astra Internasional Tbk (ASII) terus memperkuat lini bisnis inti untuk profitabilitas.
Wakil Presiden Direktur Rudy menegaskan, dalam jangka pendek, Astra akan terus memperkuat tujuh lini bisnis intinya.
Diantaranya otomotif & mobilitas, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi & energi, agribisnis, teknologi informasi, infrastruktur, dan properti.
"Selama ini lini bisnis tersebut menopang profit Astra dan akan terus diperkuat serta dikembangkan," ungkapnya saat sesi konferensi pers Public Expose Tahun 2025 pada 27 Agustus 2025 yang termuat dalam keterbukaan informasi publik Bursa Efek Indonesia (BEI) dkutip Kalimantansatu.com, Kamis (4/9/2025).
Untuk jangka menengah hingga panjang, lanjut Rudy, Astra memprioritaskan ekspansi pada tiga area utama yaitu infrastruktur, kesehatan, dan mineral.
Pada sektor mineral, Astra telah memperluas portofolionya melalui investasi strategis di emas dan nikel.
Di bidang kesehatan, Astra meningkatkan kepemilikan pada berbagai entitas seperti Hermina, Heartology, dan Halodoc.
"Sementara itu, di sektor infrastruktur, fokus Astra mencakup pengembangan gudang modern, pembangunan jalan tol, serta investasi pada infrastruktur digital, termasuk data center," terang Rudy.
"Meski demikian, Astra tetap terbuka untuk berinvestasi di sektor lain yang memiliki prospek menjanjikan, selama terdapat potensi pertumbuhan yang baik dan peluang sinergi dengan lini bisnis Astra yang sudah ada," pungkasnya.
(*)