KALIMANTANSATU.COM - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan dana mencapai Rp900 miliar untuk memperbaiki fasilitas umum hingga gedung pemerintahan yang rusak usai aksi demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia, pada pekan lalu.
Sebelumnya diketahui, kerusakan terjadi di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Jakarta.
Di kawasan Ibu Kota, layanan Transjakarta mencatat tujuh halte BRT hangus terbakar dan 16 halte lainnya mengalami kerusakan. Kejadian serupa juga menimpa beberapa Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Salah satu kasus paling menonjol adalah pembakaran Gedung DPRD di Makassar.
Insiden ini menambah panjang daftar fasilitas publik yang harus segera diperbaiki agar masyarakat bisa kembali menggunakannya dengan nyaman.
Perihal itu, kini Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menyebut biaya perbaikan Gedung DPRD hingga fasum itu bersumber dari anggaran darurat yang memang disediakan untuk kondisi tak terduga, seraya menegaskan pihaknya sudah menghitung kebutuhan dana perbaikan.
“Biayanya total seluruh Indonesia kemarin kita hitung, hampir sekitar Rp900 miliar, hampir ya, total Rp800 sekian. Mulai dari ringan, berat, dan sedang,” kata Dody kepada awak media di Gerbang Tol Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 2 September 2025.
Dody menjelaskan, perbaikan dilakukan dengan menyesuaikan tingkat kerusakan. Fasilitas yang mengalami kerusakan berat membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama dibandingkan yang rusak ringan.
Perbaikan fasilitas dengan kerusakan berat, lanjut Dody, bisa memakan waktu hingga 6 bulan. Sedangkan untuk kerusakan sedang, target waktu yang dibutuhkan sekitar 3 hingga 4 bulan.
Sementara itu, fasilitas yang mengalami kerusakan ringan ditargetkan rampung dalam hitungan hari.
“Kalau ringan tuh kita targetkan kurang dari satu minggu harus sudah selesai. Kayak cuma kaca-kaca rusak, itu maksimum tujuh hari,” jelas Dody.
Kementerian PU juga menegaskan akan mengutamakan perbaikan fasilitas publik yang paling vital agar layanan masyarakat tidak terganggu terlalu lama. Beberapa proyek perbaikan sudah mulai berjalan di lapangan.
Dody juga menjelaskan, pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Artikel Terkait
4 Cara Bangun Bisnis Lebih Tahan Gempuran Ekonomi di era Digital, Mulai dari Riset hingga Eksperimen
Inilah 5 Blunder saat Teken Asuransi Jiwa ! Bisa Jadi Bom Waktu bagi Finansial Fren, Salah Satunya Sepelekan Tanggungan
Kerugian Fasum DKI Capai Rp50 M Akibat Demo, Mendagri Tito Karnavian Paparkan Kerusakan Gedung DPRD di Makassar-Jambi
CEO Tim Cook hingga Jensen Huang Bicara Industri Teknologi Ubah Cara Pandang Anak Muda terhadap Gelar Kuliah, Apa itu ?
Kalbe Farma Rencana Beli Saham Kembali Rp250 Miliar, Cek Bocoran Periode Jadwal Buyback KLBF
Bank CIMB Niaga (BNGA) Catat Laba Bersih Bank Only Rp443 Miliar pada Juli 2025, Apa Penyebab Penurunan ?
Terbitkan Saham Baru Rp1,9 Triliun ! PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) Suntik Modal Rp237 Miliar ke PT Kalimantan Aluminium Industry untuk Smelter
Rally Sepekan Terakhir, Harga Emas Cetak Rekor All Time High Baru di 3.508,73 dolar AS per troy ounce pada Perdagangan Intraday 2 September 2025
Kabar Saham Hari Ini 3 September 2025 : Ada Berita Kerja Sama PYFA, Diversifikasi Bisnis PTPP, Obligasi Anak Usaha DOID Hingga Joint Venture DSSA
Bikin Kesal Aja Nih ! Aplikasi Byond Error, Nasabah Bank BSI Kesulitan Transaksi karena Uang Tertahan