Tuai Kecaman Internasional! Rencana Kota Modern Amerika Serikat di Gaza Bocor, Diduga Melibatkan Investor dengan Dana Fantastis Hingga Rp1.600 Triliun

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Rabu, 3 September 2025 | 15:12 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Kalimantansatu.com/Dok. IG @whitehouse)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Kalimantansatu.com/Dok. IG @whitehouse)

KALIMANTANSATU.COM - Rencana pembangunan kota modern di Gaza kembali mencuat setelah dokumen prospektusnya bocor ke media internasional asal Amerika Serikat (AS), Washington Post.

Proposal ini mencuat di tengah kondisi Gaza yang hingga kini masih dilanda serangan militer dari pasukan Israel.

Washington Post melaporkan, dokumen setebal 38 halaman itu berisi gagasan membentuk kawasan bernama "Gaza Riviera" yang digagas Presiden AS, Donald Trump.

Rencana tersebut mencakup pembangunan kota-kota megah berteknologi tinggi dengan konsep mirip proyek Neom di Arab Saudi.

Dalam bocoran itu disebutkan, seluruh 2 juta penduduk Gaza akan dipindahkan secara paksa dan wilayah tersebut diletakkan di bawah perwalian AS selama minimal sepuluh tahun.

Baca Juga: Produk Sawit-Karet Bebas Tarif Impor Amerika Serikat, Sempat Diproyeksikan untuk Dorong Pertumbuhan 5,4 Persen Ekonomi Indonesia

“Relokasi sementara seluruh populasi Gaza lebih dari 2 juta orang” tertulis dalam laporan tersebut yang dilansir dari Washington Post, pada Rabu, 3 September 2025.

Penduduk yang memiliki tanah di Kota Palestina itu juga disebut nantinya akan ditukar dengan "token digital" sebagai kompensasi.

Token itu bisa dipakai untuk mendanai kehidupan baru mereka di negara lain atau di zona yang ditentukan.

“Mereka akan ditawari token digital sebagai imbalan atas hak membangun kembali,” demikian tertulis dalam dokumen prospektus AS.

Disokong Dana Fantastis Rp1.642 Triliun

Rencana kota modern AS di Gaza tersebut diketahui juga diberi nama The Gaza Reconstitution, Economic Acceleration and Transformation Trust atau "GREAT".

Proposal tersebut disebut digagas sejumlah pihak asal Israel bersama Gaza Humanitarian Foundation yang didukung AS dan Israel. Konsultan global Boston Consulting Group juga terlibat dalam aspek perencanaan keuangannya.

Baca Juga: Biaya Perbaikan Imbas Kerusakan Gedung DPRD hingga Fasum Sentuh Rp900 Miliar, Kementerian PU Target Rampung dalam 6 Bulan

Diketahui, proyek ini tidak akan menggunakan dana dari pemerintah AS. Skemanya akan mengandalkan investor swasta hingga mencapai 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.642 triliun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X