KALIMANTANSATU.COM - PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) buka suara terkait adanya peningkatan persediaan batu bara metalurgi PT Maruwai Coal (MC) dan PT Lahai Coal (LC).
Corporate Secretary ADMR Mahardika Putranto menegaskan, kondisi tersebut merupakan strategi logistik operasional dalam mengantisipasi kondisi Sungai Barito yang digunakan untuk pengangkutan batu bara metalurgi.
"Dengan demikian, MC dan LC perlu melakukan optimalisasi perencanaan produksi batu bara metalurgi," ungkapnya dalam penjelasan surat Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Kalimantansatu.com, Selasa (14/10/2025).
Lanjut dia, batu bara metalurgi MC dan LC merupakan salah satu bahan baku dalam industri baja, sehingga tidak digunakan pada smelter aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry.
Terkait kapasitas penyimpanan maksimum di area tambang, ia memastikan stockpile MC dan LC sudah memadai secara kapasitas, baik di Run of Mine (ROM) intermediate stockpile, maupun di pelabuhan sesuai target produksi dan strategi operasional untuk menjaga kontinuitas produksi.
Sementara itu, soal kebijakan rotasi stok dilakukan untuk menjaga kualitas batu bara, Mahardika bilang, sudah dilakukan sesuai prosedur.
"Dalam mengelola stok batu bara metalurgi, MC dan LC melakukan kebijakan dan menempatkan batu bara metalurgi sesuai jenis kualitasnya sesuai dengan prosedur yang ditetapkan untuk menjaga kualitas batu bara metalurgi, serta rutin melakukan monitoring kuantitas dan kualitas batu bara metalurgi di stockpile," tegasnya.
Sebagai informasi, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (sebelumnya bernama PT Adaro Minerals Indonesia Tbk) (AMI) didirikan dengan nama PT Jasapower Indonesia pada tahun 2007.
Pada tanggal 3 Januari 2022, AMI resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ADMR setelah proses IPO yang sukses dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 179 kali lipat selama periode penggabungan.
Pencatatan ini merupakan tonggak sejarah bagi AMI untuk mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di pertambangan batu bara metalurgi dan menangkap peluang yang ditawarkan oleh ekosistem hijau yang sedang berkembang di Indonesia.
Sebagai anak perusahaan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (sebelumnya bernama PT Adaro Energy Indonesia Tbk) (AlamTri), AMI merupakan bagian dari grup pertambangan dan energi Indonesia yang terkemuka dan memiliki akses kuat ke keahlian bisnis dan sumber pembiayaan.
Perusahaan ini memiliki satu anak perusahaan langsung, PT Alam Tri Daya Indonesia, yang memiliki lima anak perusahaan: PT Lahai Coal, PT Maruwai Coal, PT Sumber Barito Coal, PT Kalteng Coal, dan PT Juloi Coal.