Sedangkan, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) kini telah mencapai Rp16,46 triliun, yang merupakan kenaikan 28% dari data pada Desember 2024 lalu sebesar Rp12,85 triliun.
Sementara itu, aktivitas perdagangan produk nonsaham, yaitu right, warrant, structured warrant, Kontrak Investasi Kolektif (KIK), dan derivatif di BEI, sampai dengan 24 Oktober 2025 mencatatkan total nilai transaksi sebesar Rp4,48 triliun.
Kemudian setelah SPPA Repo diluncurkan, rata-rata volume transaksi harian perdagangan surat utang melalui SPPA kini mencapai Rp6 triliun. Sedangkan untuk kelas aset terbaru, yaitu Unit Karbon, telah mencapai Rp27,9 miliar total transaksi sampai dengan 24 Oktober 2025.
"Dari sisi supply, sampai dengan 24 Oktober 2025 telah terdapat 955 saham Perusahaan Tercatat dengan penambahan 23 saham baru," timpalnya.
Dari penambahan tersebut, 5 di antaranya merupakan Lighthouse IPO, yaitu IPO dengan kriteria kapitalisasi pasar minimal Rp3 triliun serta free float 15% atau nilai kapitalisasi pasar free float lebih dari Rp700 miliar.
"Total penghimpunan dana atas seluruh efek sepanjang tahun ini mencapai Rp202,6 triliun," imbuhnya.
Dari sisi demand, lanjut dia, sampai dengan 24 Oktober 2025 terdapat lebih dari 4,2 juta investor baru atau penambahan 28% dibandingkan tahun 2024 yang lalu.
Hal tersebut menjadikan jumlah total investor di pasar modal Indonesia berhasil mencapai 19,1 juta investor.
Dari keseluruhan data tersebut, jumlah investor saham mencapai 8 juta investor atau tumbuh hampir 5 kali lipat selama 5 tahun terakhir sejak tahun 2020.
"Partisipasi investor ritel turut meramaikan aktivitas transaksi tahun ini dengan total rata-rata investor aktif sebesar 222 ribu investor per harinya sampai dengan 24 Oktober 2025," pungkasnya.
(*)