KALIMANTANSATU.COM - PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) berencana menambah kegiatan usaha di bidang frozen meat dan food processing sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan penguatan rantai nilai bisnis Perseroan di sektor makanan olahan.
Hal ini seiring dengan perkembangan bisnis dan dinamika pasar food and beverage di Indonesia.
Seperti diketahui, saat ini TGUK menjalankan kegiatan usaha utama di bidang kedai makanan dan minuman dengan merek usaha makanan dan minuman Teguk.
"Perseroan melihat prospek di industri frozen meat dan food processing di Indonesia dimana bisnis frozen meat dan pengolahan makanan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kuat, didorong oleh urbanisasi, meningkatnya jumlah pekerja perkotaan, serta tingginya permintaan terhadap produk siap saji dan sumber protein hewani," ungkap Corporate Secretary TGUK dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Kalimantansatu.com, Minggu (26/10/2025).
Pasar frozen meat diperkirakan akan terus tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) menengah.
Laporan riset pasar menyebutkan bahwa valuasi pasar produk beku telah mencapai angka multi-miliar dolar AS pada pertengahan 2020-an, dengan proyeksi kenaikan berkelanjutan hingga akhir dekade.
"Pertumbuhan ini didukung oleh perluasan kanal ritel modern dan penetrasi e-commerce yang semakin luas. Selain itu, investasi serta perluasan infrastruktur rantai dingin (cold chain) turut memperbaiki ketersediaan dan kualitas distribusi produk beku, sehingga mendorong peningkatan penetrasi produk olahan seperti daging beku dan makanan siap masak," terang Corporate Secretary TGUK.
Menurut data Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), permintaan produk frozen food di Indonesia terus meningkat setiap tahun.
Nilai pasar makanan beku di Indonesia telah menembus Rp200 triliun pada tahun 2024 dan diproyeksikan terus meningkat pada tahun 2025.
Berdasarkan analisis IMARC Group, pasar makanan beku Indonesia mencapai USD3,4 miliar pada tahun 2024 dan diperkirakan akan meningkat menjadi USD 5,9 miliar pada tahun 2033, dengan CAGR sebesar 6,31% selama periode 2025–2033.
Peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor utama, antara lain meningkatnya urbanisasi di seluruh negeri, pertumbuhan kelas menengah dengan pendapatan siap pakai yang lebih tinggi, kemajuan signifikan dalam logistik cold chain, meningkatnya kesadaran kesehatan di kalangan konsumen.
"Mengacu pada perkembangan pasar industri frozen meat dan food processing di Indonesia, prospek pasar yang luas, serta dukungan dari strategi pemasaran dan perencanaan bisnis yang tepat, maka Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha Perseroan untuk bergerak di industri frozen meat dan food processing," tegas Corporate Secretary TGUK.
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : Intip 5 Strategi Bisnis BATA Setelah Hapus Kegiatan Usaha Alas Kaki untuk Kebutuhan Sehari-hari
Kabar Saham Hari Ini: Boy Thohir Buyback Saham Merdeka Gold Resources Sebanyak 1,3 Juta Lembar! Apa Alasannya? Sejak IPO, Harga Saham EMAS Naik 49,65%
Kabar Saham Hari Ini : Ahmad Mikail Madjid Diangkat Jadi Direktur Bank Permata, Cek Susunan Daftar Direksi BNLI Paling Terbaru
Kabar Saham Hari Ini : PT Ristra Laboratoris Indonesia Dapat Penyertaan Modal Rp20,3 Miliar dari Kino Indonesia (KINO), Cek Skemanya
Berita Saham Hari Ini : Puradelta Lestari (DMAS) Catatkan Marketing Sales Rp626,4 Miliar di Triwulan III 2025 ! Baru 35 Persen dari Total Target 2025
Kabar Saham Hari Ini : Dinilai Tepat, Ini Alasan Manajemen BATA Hapus Industri Alas Kaki untuk Keperluan Sehari-hari
Berita Saham Hari Ini : Wijaya Karya Pracetak Gedung Digugat PKPU oleh PT Jawara Nusantara Transport Rp1,25 M ! Apa Penyebab Asosias WEGE itu Digugat?
Kabar Saham Hari Ini : Chandra Asri Pacific (TPIA) Akan Akuisisi Jaringan SPBU Esso Milik ExxonMobil di Singapura, Begini Kata Erwin Ciputra
Kabar Saham Hari Ini : Dharma Satya Nusantara (DSNG) Catatkan Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Solid di Tengah Kondisi Fluktuasi Pasar, Ini Rinciannya
Kabar Saham Hari Ini : Perusahaan Cat Dekoratif Avia Avian (AVIA) Masuk Daftar Fortune Southeast Asia 500 2025, Jadi Pencapaian Kali Kedua