Kabar Saham Hari Ini : Terungkap Alasan TGUK Tambah Kegiatan Usaha Baru di Bidang Frozen Meat dan Food Processing ! Seberapa Menjanjikan ?

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 14:00 WIB
Kabar Saham Hari Ini : Terungkap Alasan TGUK Tambah Kegiatan Usaha Baru di Bidang Frozen Meat dan Food Processing ! Seberapa Menjanjikan ? (Tim Produksi Kalimantansatu.com)
Kabar Saham Hari Ini : Terungkap Alasan TGUK Tambah Kegiatan Usaha Baru di Bidang Frozen Meat dan Food Processing ! Seberapa Menjanjikan ? (Tim Produksi Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM - PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) berencana menambah kegiatan usaha di bidang frozen meat dan food processing sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan penguatan rantai nilai bisnis Perseroan di sektor makanan olahan.

Hal ini seiring dengan perkembangan bisnis dan dinamika pasar food and beverage di Indonesia.

Seperti diketahui, saat ini TGUK menjalankan kegiatan usaha utama di bidang kedai makanan dan minuman dengan merek usaha makanan dan minuman Teguk.

"Perseroan melihat prospek di industri frozen meat dan food processing di Indonesia dimana bisnis frozen meat dan pengolahan makanan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kuat, didorong oleh urbanisasi, meningkatnya jumlah pekerja perkotaan, serta tingginya permintaan terhadap produk siap saji dan sumber protein hewani," ungkap Corporate Secretary TGUK dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Kalimantansatu.com, Minggu (26/10/2025).

Baca Juga: Kabar Saham Hari Ini : Dinilai Tepat, Ini Alasan Manajemen BATA Hapus Industri Alas Kaki untuk Keperluan Sehari-hari

Pasar frozen meat diperkirakan akan terus tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) menengah.

Laporan riset pasar menyebutkan bahwa valuasi pasar produk beku telah mencapai angka multi-miliar dolar AS pada pertengahan 2020-an, dengan proyeksi kenaikan berkelanjutan hingga akhir dekade.

"Pertumbuhan ini didukung oleh perluasan kanal ritel modern dan penetrasi e-commerce yang semakin luas. Selain itu, investasi serta perluasan infrastruktur rantai dingin (cold chain) turut memperbaiki ketersediaan dan kualitas distribusi produk beku, sehingga mendorong peningkatan penetrasi produk olahan seperti daging beku dan makanan siap masak," terang Corporate Secretary TGUK.

Menurut data Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), permintaan produk frozen food di Indonesia terus meningkat setiap tahun.

Nilai pasar makanan beku di Indonesia telah menembus Rp200 triliun pada tahun 2024 dan diproyeksikan terus meningkat pada tahun 2025.

Baca Juga: Kabar Saham Hari Ini : Chandra Asri Pacific (TPIA) Akan Akuisisi Jaringan SPBU Esso Milik ExxonMobil di Singapura, Begini Kata Erwin Ciputra

Berdasarkan analisis IMARC Group, pasar makanan beku Indonesia mencapai USD3,4 miliar pada tahun 2024 dan diperkirakan akan meningkat menjadi USD 5,9 miliar pada tahun 2033, dengan CAGR sebesar 6,31% selama periode 2025–2033.

Peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor utama, antara lain meningkatnya urbanisasi di seluruh negeri, pertumbuhan kelas menengah dengan pendapatan siap pakai yang lebih tinggi, kemajuan signifikan dalam logistik cold chain, meningkatnya kesadaran kesehatan di kalangan konsumen.

"Mengacu pada perkembangan pasar industri frozen meat dan food processing di Indonesia, prospek pasar yang luas, serta dukungan dari strategi pemasaran dan perencanaan bisnis yang tepat, maka Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha Perseroan untuk bergerak di industri frozen meat dan food processing," tegas Corporate Secretary TGUK.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X