KALIMANTANSATU.COM - Manajemen PT Sepatu Bata Tbk (BATA) menegaskan rencana penghapusan KBLI No. 15201 yang terkait dengan industri alas kaki untuk keperluan sehari-hari merupakan langkah yang tepat untuk meminimalkan potensi risiko bagi Perseroan.
"Perubahan ini tidak akan berdampak negatif terhadap kemampuan Perseroan dalam memperoleh pasokan produk, mengingat peralihan ke pemasok lokal serta kemitraan strategis yang telah terjalin memberikan tingkat respons yang lebih cepat dan efektif terhadap dinamika kebutuhan pasar," ungkap Direksi BATA dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Kalimantansatu.com pada Minggu 26 Oktober 2025.
Langkah tersebut, lanjut Direksi BATA, telah mempertimbangkan kondisi dan permintaan pasar saat ini.
Terutama meningkatnya kebutuhan akan fleksibilitas, keberagaman produk untuk seluruh anggota keluarga, serta efisiensi operasional.
"Manajemen Perseroan dengan ini menyatakan bahwa pengurangan kegiatan usaha tersebut tidak akan mengganggu kelangsungan usaha Perseroan. Perseroan tetap menjalankan kegiatan usahanya di bidang ritel dan distribusi produk alas kaki serta produk gaya hidup terkait sebagaimana model operasional yang berlaku saat ini," tegas Direksi BATA.
Transformasi Model Bisnis
Manajemen BATA juga menimpali, bahwa langkah ini merupakan transformasi model bisnis secara bertahap untuk memastikan keberlanjutan dan efisiensi operasional jangka panjang.
Berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasar, biaya operasional, tingkat utilisasi pabrik, serta perubahan perilaku konsumen, Perseroan memutuskan untuk menghentikan kegiatan produksi alas kaki di fasilitas pabriknya guna menyesuaikan strategi bisnis dengan dinamika pasar saat ini.
"Setelah penghentian kegiatan produksi, Perseroan telah menyelesaikan proses transisi produksi kepada pemasok lokal di Indonesia secara bertahap," ujar Direksi BATA.
Langkah strategis tersebut memungkinkan BATA untuk meningkatkan fleksibilitas rantai pasok, sehingga mampu menyesuaikan volume dan jenis produk sesuai kebutuhan pasar secara lebih cepat.
Kemudian, mengurangi beban biaya tetap dan meningkatkan efisiensi biaya produksi, sejalan dengan strategi asset-light yang lebih adaptif.
Termasuk memperkuat fokus pada kegiatan utama Perseroan, yaitu distribusi, pemasaran, dan penjualan produk alas kaki serta produk gaya hidup terkait melalui jaringan toko dan kanal digital Perseroan.
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini: Bisa Dilewati, Tol Kataraja Seksi 1 Gratis Hingga 20 Oktober 2025 ! PTPP Selesaikan Pembangunan Infrastruktur Strategis Nasional
Kabar Saham Hari Ini : Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) Buka Suara Soal Peningkatan Persediaan Batu Bara PT Maruwai Coal (MC) dan PT Lahai Coal (LC)
Kabar Saham Hari Ini : Samuel International Jadi Investor Energi Mega Persada Lewat Private Placement, ENRG Bakal Kantongi Dana Segar Rp269,5 Miliar
Kabar Saham Hari Ini : Manajemen BATA Ungkap Penyebab Hapus Kegiatan Usaha Alas Kaki untuk Kebutuhan Sehari-hari dari Anggaran Dasar PT Sepatu Bata
Kabar Saham Hari Ini : Dicecar BEI, Manajemen Alamtri Minerals Indonesia Ungkap Penyebab Mengapa Tiga Anak Perusahaan ADMR Belum Operasional
Kabar Saham Hari Ini : Intip 5 Strategi Bisnis BATA Setelah Hapus Kegiatan Usaha Alas Kaki untuk Kebutuhan Sehari-hari
Kabar Saham Hari Ini: Boy Thohir Buyback Saham Merdeka Gold Resources Sebanyak 1,3 Juta Lembar! Apa Alasannya? Sejak IPO, Harga Saham EMAS Naik 49,65%
Kabar Saham Hari Ini : Ahmad Mikail Madjid Diangkat Jadi Direktur Bank Permata, Cek Susunan Daftar Direksi BNLI Paling Terbaru
Kabar Saham Hari Ini : PT Ristra Laboratoris Indonesia Dapat Penyertaan Modal Rp20,3 Miliar dari Kino Indonesia (KINO), Cek Skemanya
Berita Saham Hari Ini : Puradelta Lestari (DMAS) Catatkan Marketing Sales Rp626,4 Miliar di Triwulan III 2025 ! Baru 35 Persen dari Total Target 2025