Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp634,6 miliar pada 9M25, dibandingkan dengan Rp769,7 miliar pada 9M24.
Meskipun pendapatan meningkat (+8%) dan beban penjualan serta administrasi menurun, laba bersih tercatat mengalami penurunan terutama disebabkan oleh biaya keuangan yang lebih tinggi, peningkatan beban pajak, serta penurunan pendapatan lain-lain.
Penurunan pendapatan lain-lain ini terutama disebabkan oleh rugi selisih kurs sebesar Rp102 miliar pada 9M25, dibandingkan dengan keuntungan sebesar Rp70,6 miliar pada 9M24.
Dengan mengecualikan dampak non-operasional dari selisih kurs tersebut, profitabilitas Perusahaan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, didukung oleh margin kotor yang stabil dan kontribusi pendapatan berulang yang lebih kuat.
EBITDA Perseroan pada 9M25 meningkat sebesar 8% menjadi Rp1.297,9 miliar dari Rp1.206,0 miliar pada 9M24.
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kinerja yang lebih kuat pada pilar Infrastruktur dan peningkatan pendapatan berulang, serta penurunan beban penjualan dan administrasi di seluruh Grup.
Meskipun laba kotor relatif stabil, kombinasi portofolio bisnis yang lebih baik dan pengendalian biaya yang disiplin berkontribusi terhadap peningkatan profitabilitas operasional secara keseluruhan.
Dalam hal penjualan pemasaran Land Development dan Properti, Perseroan mencapai Rp 2,9 triliun pada kuartal ketiga 2025, setara dengan 83% dari target tahunan 2025 dan naik 22% dibandingkan dengan Rp 2,4 triliun pada kuartal ketiga 2024.
Kontribusi dari Cikarang dan lainnya (keduanya termasuk JV) mencapai 31%, terutama berasal dari penjualan lahan seluas 4 hektar kepada perusahaan data center dan 6 hektar kepada perusahaan Personal care dari Korea.
Sementara itu, JV di Kendal menyumbang 69% dari total penjualan, yang ditopang oleh transaksi penjualan lahan masing-masing seluas 8 hektar kepada produsen ban, 7 hektar kepada perusahaan bahan bangunan, serta 13 hektar dan 12 hektar kepada masing-masing perusahaan furnitur asal China dan Indonesia.
Target marketing sales Perseroan untuk tahun 2025 adalah sebesar Rp3,5 triliun, dimana Rp1,25 triliun dari target tersebut berasal dari Cikarang dan lainnya (Rp800 miliar dari pengembangan lahan dan bangunan industri di Cikarang, dan Rp450 miliar dari properti residensial dan komersial di Cikarang (termasuk Perusahaan Patungan) dan lainnya).
Sisanya sebesar Rp2,25 triliun berasal dari perusahaan patungan kami di Kendal.
“Kami sangat puas dengan kinerja Jababeka hingga kuartal ketiga 2025, di mana pertumbuhan pesat pada pilar infrastruktur semakin memperbesar dan memperkokoh fondasi serta ketahanan portofolio bisnis kami,” ujar Wakil Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Budianto Liman dalam keterangannya, Jumat (31/10/2025).