Menilik Laporan Kinerja Kuartal I 2026 BUMA Internasional Grup ! DOID Catatkan EBITDA Meningkat YoY dengan Curah Hujan Musiman Tertinggi

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:23 WIB
Menilik Laporan Kinerja Kuartal I 2026 BUMA Internasional Group ! DOID Catatkan EBITDA Meningkat YoY dengan Curah Hujan Musiman Tertinggi (Tim Produksi Kalimantansatu.com)
Menilik Laporan Kinerja Kuartal I 2026 BUMA Internasional Group ! DOID Catatkan EBITDA Meningkat YoY dengan Curah Hujan Musiman Tertinggi (Tim Produksi Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mengumumkan hasil keuangan dan operasional konsolidasi untuk kuartal pertama yang berakhir pada 31 Maret 2026 (1Q26).

Kinerja 1Q26 mencerminkan berlanjutnya pemulihan dari tantangan operasional yang dihadapi pada 1Q25, dengan EBITDA meningkat signifikan secara tahunan (year-on-year/YoY) meskipun pendapatan lebih rendah 10%.

Pencapaian ini tetap terjaga di kuartal yang secara musiman merupakan periode dengan curah hujan tertinggi dan paling menantang sepanjang tahun.

Kinerja tersebut didukung oleh perbaikan struktural pada produktivitas, biaya unit, dan disiplin operasional.

Selama kuartal ini, Grup juga telah menyelesaikan pembentukan tim ahli (subject-matter expert) yang tersentralisasi di fungsi-fungsi utama sebagai penggerak utama peningkatan kinerja.

Baca Juga: Dari WALHI hingga Akademisi Menyoroti Pencemaran Teluk Buli, Minta Pemerintah Audit Aktivitas PT Feni Halmahera Timur

Perbaikan operasional pada 1Q26 melanjutkan tren yang telah dibangun sepanjang 2025.

Di operasional Indonesia, jam non-produktif (non-productive hours) turun 14% seiring dengan penanganan atas kondisi licin akibat hujan serta hambatan pada area disposal, jalan angkut, dan kondisi geologi.

Produktivitas bank cubic meter (BCM)/jam meningkat 1% YoY sejalan dengan penurunan cycle time sebesar 1% YoY, yang didukung oleh kondisi jalan angkut yang lebih baik dan berkurangnya waktu antre.

Biaya unit (unit cost) per BCM turun 1% YoY, menunjukkan disiplin biaya yang tetap terjaga. Biaya tenaga kerja per BCM turun 4% YoY, didukung oleh disiplin shift yang berkelanjutan dan penempatan operator yang lebih efisien, dengan rasio operator terhadap peralatan turun 3% YoY.

Biaya bahan bakar per BCM naik 3% YoY, sepenuhnya disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar, sementara konsumsi per BCM tetap stabil, mencerminkan efisiensi armada yang konsisten.

Baca Juga: ICCN Suguhkan Indonesia Culture Festival sebagai Platform Pemajuan Kebudayaan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Kreatif

Biaya perbaikan dan pemeliharaan per BCM naik 13% YoY, seiring langkah terencana untuk percepatan aktivitas pemeliharaan guna memaksimalkan kesiapan peralatan menghadapi periode operasional yang lebih kering pada kuartal kedua dan ketiga.

Melihat perkembangan setelah kuartal pertama, pemulihan operasional berlanjut hingga April dan tercermin dalam peningkatan volume, didukung oleh eksekusi yang lebih solid dan kondisi cuaca yang mulai membaik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X