Imbas Tekanan Pasar Aset Kripto ! Kinerja Indokripto Koin Semesta Terdampak pada Kuartal I 2026, Begini Penjelasan Bos COIN

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Kamis, 30 April 2026 | 16:32 WIB
Imbas Tekanan Pasar Aset Kripto ! Kinerja Indokripto Koin Semesta Terdampak pada Kuartal I 2026, Begini Penjelasan Bos COIN (Kalimantansatu.com)
Imbas Tekanan Pasar Aset Kripto ! Kinerja Indokripto Koin Semesta Terdampak pada Kuartal I 2026, Begini Penjelasan Bos COIN (Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Kinerja keuangan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) terdampak oleh kondisi pasar aset kripto yang dipenuhi tekanan pada kuartal I 2026.

Kombinasi dari koreksi harga aset kripto, kapitalisasi pasar yang menyusut, serta penurunan volume transaksi menjadi penyebab di balik tertekannya industri aset kripto.

Mengawali tahun ini, mayoritas aset kripto mengalami koreksi yang cukup tajam.

Kondisi tersebut menggerus kapitalisasi pasar aset kripto global sebesar 45% dari US$4,4 triliun menjadi US$2,4 triliun per 31 Maret 2026, yang imbasnya turut membuat volume transaksi turun hingga 39,1% menjadi US$2,7 triliun sepanjang kuartal I-2026.

Baca Juga: Siloam International Hospital Bikin Rekor di Kinerja Keuangan Kuartal I 2026 ! Bos SILO Beberkan Capaian Utama dan Inisiatif Strategis yang Dilakukan

Tren serupa juga terjadi di pasar aset kripto domestik.

Volume transaksi mengalami penurunan 31% secara year-on-year menjadi Rp75,8 triliun sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.

Akibatnya, total pendapatan Perseroan turut mengalami kontraksi sebesar 18% dari Rp50,63 miliar di kuartal I 2025 menjadi Rp41,49 miliar pada kuartal I 2026.

Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), Ade Wahyu, mengungkapkan penurunan kinerja Perseroan tidak terlepas dari dinamika pasar aset kripto sepanjang kuartal I 2026.

Bahkan, tekanan tersebut turut berimbas pada EBITDA dan laba bersih Perseroan menjadi negatif.

Baca Juga: Prodia Widyahusada Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid di Kuartal I, Laba Bersih PRDA Tumbuh Lebih dari 150% ! Manajemen Ungkap Rinciannya

“Salah satu yang memicu kondisi tersebut adalah perilaku risk off konsumen akibat makroekonomi global yang tidak stabil karena ketegangan geopolitik dan pengetatan likuiditas. Dengan turunnya nilai transaksi aset kripto, akhirnya berimbas negatif terhadap kinerja fundamental Perseroan,” ungkap Ade dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Kendati demikian, Ade berpandangan dinamika tersebut merupakan bagian dari siklus pasar yang bersifat sementara.

Mengingat masih adanya segmen derivatif yang mampu menopang kinerja Perusahaan di tengah pasar aset kripto yang dinamis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X