KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) melalui anak usahanya yaitu PT Tri Oetama Persada (TRIOP) memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan kuota produksi sebesar 3.000.000 MT untuk tahun 2026.
Pada Triwulan I Tahun 2026 ini, penjualan batubara Perseroan telah mencapai 264.516 metrik ton dengan penghasilan sebesar Rp196.533.114.000 (Rp196,5 Miliar), dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp26.056.757.000 (Rp26,05 Miliar).
Melalui RKAB sebesar 3.000.000 MT diharapkan akan menghasilkan peningkatan laba yang cukup signifikan.
Direktur Utama PKPK, Haryanto Sofian, mengungkapkan, persetujuan RKAB ini memberikan kepastian bagi Perseroan dalam menjalankan rencana operasional dan target produksi yang telah ditetapkan.
"Perseroan optimistis dapat memperkuat kontribusi pendapatan, meningkatkan efisiensi operasional, serta menciptakan nilai tambah jangka panjang bagipara pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," ungkap Haryanto dalam keterangannya di Jakarta pada 25 Mei 2026.
Perseroan, kata dia, juga berkomitmen untuk menjalankan kegiatan usaha dengan tetap mengedepankan prinsip Good Mining Practice, kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, serta tata kelola perusahaan yang baik.
(*)
Artikel Terkait
Pemerintah Indonesia Terbitkan Aturan Baru Wajib Repatriasi 100 Persen Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA)
Fokus Benahi Transparansi Transaksi ! PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) Dibentuk Untuk Cegah Kecurangan Ekspor atau Under Invoicing
Alfredo Dhilan Pengusaha Agrokreatif Kota Batu terpilih sebagai Young Ambassador Agriculture 2026 Kementerian Pertanian
Gak Transaksi Loh ! Nasabah BCA Tasikmalaya Hilang Dana Rp160 Juta, Pihak Bank Central Asia Justru Soroti Dugaan Akses Mobile Banking dari Pihak Luar
Samsara Bamboo Festival 2026 Usung Tema Jagath Karana, Dorong Bambu Jadi Solusi Lingkungan dan Ekonomi Hijau Bali
ICCN Suguhkan Indonesia Culture Festival sebagai Platform Pemajuan Kebudayaan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Kreatif
Dari WALHI hingga Akademisi Menyoroti Pencemaran Teluk Buli, Minta Pemerintah Audit Aktivitas PT Feni Halmahera Timur
'Oleh-oleh' dari Prancis, Presiden Prabowo Bawa Capaian Kerja Sama Senilai Rp61,25 Triliun ! Fokus pada Sektor Apa Saja ?
Sukses Digelar, Penganugerahan Festival Film Pendek Perdana Kota Blitar Jadi Apresiasi Karya Kreatif Generasi Muda
Menilik Laporan Kinerja Kuartal I 2026 BUMA Internasional Grup ! DOID Catatkan EBITDA Meningkat YoY dengan Curah Hujan Musiman Tertinggi