Baca Juga: Austindo Nusantara Jaya Hentikan Operasional 3 Anak Perusahaan, Manajemen ANJT Beberkan Penyebabnya
"Pinjaman ini menjadi instrumen finansial yang sangat menguntungkan karena skemanya yang tanpa dikenakan bunga serta fleksibilitas masa pelunasan hingga 31 Maret 2026, sehingga memberikan ruang napas (breathing space) bagi arus kas perusahaan untuk dialokasikan pada pos-pos produktif," timpalnya.
"Dengan diperolehnya SHL tersebut, perseroan memproyeksikan adanya akselerasi pada kinerja produksi dan volume penjualan yang lebih agresif, yang pada akhirnya diharapkan dapat membalikkan tren negatif keuangan menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan serta meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap stabilitas perusahaan," jelasnya.
"Berdasarkan proforma Laporan posisi keuangan konsolidasian terlihat bahwa pemberian SHL kepada Perseroan sebesar USD 1.550.810 akan digunakan untuk membayar liabilitas jangka pendek sebesar USD 2,156,983 dimana posisi liabilitas jangka pendek sebelum pemberian SHL sebesar USD 23.404.343, setelah rencana transaksi menjadi USD 22.798.170. Pemberian SHL ini akan mengurangi beban keuangan Perseroan di masa yang akan datang," pungkas Bubun.
(*)