KALIMANTANSATU.COM - Anak perusahaan utama dari PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) yakni PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) mengumumkan transisi kepemimpinan yang dirancang untuk mempertajam fokus pada eksekusi dan keunggulan operasional Perusahaan di tengah kondisi industri yang menantang.
Sektor jasa pertambangan diperkirakan akan tetap menantang tahun ini, didorong oleh kompleksitas operasional dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Di Indonesia, tekanan untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi serta keandalan dalam pemenuhan layanan tetap intens.
Dinamika ini menegaskan pentingnya eksekusi yang kuat pada ketahanan operasional serta pengelolaan kontrak yang disiplin.
Meskipun BUMA terus beroperasi dengan fondasi yang solid, menjaga hubungan jangka panjang dengan klien, serta menerima dukungan kuat dari para mitra pendanaan, termasuk bank-bank terkemuka di Indonesia serta pemegang obligasi dan Sukuk, Perusahaan mengambil langkah proaktif untuk memperkuat penyelarasan kepemimpinan guna mendukung eksekusi yang lebih konsisten dalam situasi saat ini.
Efektif 1 Januari 2026, Ronald Sutardja ditunjuk sebagai Direktur Utama BUMA, menggantikan Indra Kanoena yang telah mengakhiri masa jabatannya.
Sebelum penunjukan ini, Ronald menjabat sebagai Komisaris Utama BUMA.
Ronald sebelumnya pernah memimpin BUMA sebagai Direktur Utama pada periode 2014 hingga 2021, dimana selama periode tersebut BUMA mencatatkan kinerja operasional yang kuat serta memperluas basis klien dan jejak operasionalnya.
Baca Juga: Austindo Nusantara Jaya Hentikan Operasional 3 Anak Perusahaan, Manajemen ANJT Beberkan Penyebabnya
Ronald tetap terlibat aktif dalam merumuskan arah strategis BUMA, serta memiliki pemahaman mendalam terhadap operasional, klien, dan sumber daya manusia di BUMA.
Penunjukannya mencerminkan fokus Dewan Komisaris dalam memperkuat disiplin eksekusi dan memastikan keselarasan yang lebih erat antara Grup dengan unit-unit bisnis operasionalnya.
Selain penunjukan Direktur Utama, Dewan Komisaris juga telah menyetujui sejumlah perubahan kepemimpinan untuk memastikan kesinambungan, mempertahankan wawasan penting terkait operasional, serta memperkuat fokus BUMA dalam menjaga stabilitas operasional.
Efektif 1 Januari 2026, susunan kepemimpinan BUMA adalah sebagai berikut:
Artikel Terkait
Apa itu Buy Now Pay Later Sektor Jasa Keuangan ? Ternyata Ini Tujuan OJK Berlakukan Beli Sekarang Bayar Nanti
Akhir Tahun 2025, Perekonomian Nasional RI Tetap Resilien di Tengah Dinamika Tantangan Global, Inflasi Terkendali dan Surplus Perdagangan Positif
Sidak Harga dan Stok Pangan Pasar Tebet Barat saat Nataru, Mentan Amran Sulaiman Masih Temukan Harga Minyak Goreng Rakyat Dijual Pedagang di Atas HET
Tahun 2025, Kinerja Pasar Modal Indonesia Ditutup Solid ! Jumlah Investor Meningkat, IHSG Tren Positif
Mengintip Kinerja KPEI Sepanjang Tahun 2025, Apa Target Kliring Penjaminan Efek Indonesia Tahun 2026 ?
Melihat Kinerja KSEI Tahun 2025 : Pertumbuhan Investor Meningkat Menjadi 20,32 Juta ! Apa Target Kustodian Sentral Efek Indonesia Tahun 2026 ?
Jelang Buka Bursa Saham Perdana 2026 Hari Ini : Tren Bullish ! IHSG Cetak Rekor Baru 24 Kali All-time High Sepanjang Tahun 2025
Prediksi IHSG 2026 : Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Target Tembus 10.000 Akhir Tahun, Begini Katanya
Vale Indonesia Berhentikan Kegiatan Tambang di Seluruh Wilayah IUPK INCO Sementara Waktu, Apa Penyebabnya ?
Austindo Nusantara Jaya Hentikan Operasional 3 Anak Perusahaan, Manajemen ANJT Beberkan Penyebabnya