KALIMANTANSATU.COM - PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) bakal menambah bidang usaha baru.
Ada tiga Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI) diantaranya Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan (KBLI 46322), Perdagangan Besar Daging dan Daging Olahan Lainnya (KBLI 46323), dan Perdagangan Besar Hasil Perikanan dan Olahan Terkait (KBLI 46324).
Penambahan bidang usaha baru ini masih menunggu persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 12 Mei 2026.
Sebagai informasi, PT Segar Kumala Indonesia Tbk adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar buah-buahan dan daging unggas beku.
"Penambahan kegiatan usaha ini mempertimbangkan kesesuaian dengan kegiatan usaha yangtelah berjalan, serta didukung oleh infrastruktur distribusi dan jaringan pelanggan yang telah dimiliki Perseroan," ungkap Direksi BUAH dikutip Kalimantansatu.com dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4/2026).
Melalui penambahan kegiatan usaha tersebut, Perseroan diharapkan dapat memperluas portofolio produk, menyediakan pilihan produk yang lebih lengkap kepada pelanggan, meningkatkan daya saing di industri distribusi produk pangan, serta mendorong peningkatan pendapatan melalui diversifikasi produk dan optimalisasi pemanfaatan infrastruktur yang telah tersedia.
"Penambahan kegiatan usaha diperkirakan akan memberikan pengaruh positif terhadap kondisi keuangan Perseroan. Dengan bertambahnya jenis produk yang diperdagangkan, Perseroan memiliki peluang untuk meningkatkan volume penjualan melalui diversifikasi produk," timpal Direksi BUAH.
Kontribusi Positif
Berdasarkan proyeksi keuangan, penambahan kegiatan usaha ini diperkirakan akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan Perseroan.
Pendapatan yang berasal dari penjualan ayam beku, daging, dan ikan diproyeksikan meningkat setiap tahunnya, yaitu sebesar Rp69,54 miliar pada tahun 2026, Rp73,71 miliar pada tahun 2027, Rp78,13 miliar pada tahun 2028, Rp82,82 miliar pada tahun 2029, dan Rp87,79 miliar pada tahun 2030.
Selama periode proyeksi tahun 2026—2030, total penjualan Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan secara bertahap, dari sebesar Rp3,46 triliun pada tahun 2026 menjadi sebesar Rp4,38 triliun pada tahun 2030.
"Sejalan dengan peningkatan penjualan tersebut, Perseroan juga diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan laba bersih setiap tahunnya, yaitu sebesar Rp65,26 miliar pada tahun 2026, Rp73,40 miliar pada tahun 2027, Rp78,56 miliar pada tahun 2028, Rp86,79 miliar pada tahun 2029, dan Rp95,55 miliar pada tahun 2030," jelas manajemen BUAH dalam Keterbukaan Informasi BEI.