Adapun inisiatif tersebut masih berada dalam tahap persiapan serta pembahasan intensif dengan mitra strategis prospektif.
"Ke depan, pengembangan ini diharapkan dapat menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan sekaligus memperkuat daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat,” tegas Sjafardamsah.
Lebih lanjut, Sjafar menyampaikan bahwa Perseroan memahami adanya dinamika tantangan ekonomi global maupun domestik, termasuk fluktuasi nilai tukar Rupiah dan perubahan suku bunga acuan yang turut memengaruhi daya beli masyarakat di sektor properti.
Meski demikian, Perseroan tetap optimistis dapat menjaga kinerja operasional yang solid dan mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik hingga akhir tahun 2026.
“Optimisme tersebut didukung oleh berbagai langkah strategis yang dijalankan Perseroan, mulai dari optimalisasi insentif PPN DTP, penguatan kolaborasi dengan agen properti, hingga penyediaan opsi pembiayaan yang kompetitif melalui sinergi dengan mitra perbankan. Dengan mengedepankan disiplin, efisiensi, dan kecepatan eksekusi yang ditopang prudent financial management, Perseroan optimistis dapat menjaga stabilitas bisnis sekaligus terus menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan,” pungkasnya.
(*_*)