KALIMANTANSATU.COM - Emiten telekomunikasi plat merah, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), terus memacu percepatan restrukturisasi internal lewat perampingan struktur grup.
Dalam rencana transformasi ini, jumlah anak perusahaan Telkom diproyeksikan berkurang drastis dari 68 entitas menjadi tersisa 18 entitas saja.
Badan Pengelola (BP) BUMN secara konsisten mendorong agenda perampingan (streamlining) tersebut guna membentuk postur bisnis yang lebih terfokus, hemat operasional, serta mampu mengoptimalkan nilai tambah (value creation) bagi Telkom Group.
Langkah strategis ini dibahas langsung oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dalam pertemuannya dengan Direktur Utama Telkom Indonesia terkait pemantauan progres transformasi perusahaan.
"Transformasi diarahkan dari operating holding menjadi strategic holding, dengan Telkom berfokus pada pengelolaan portofolio, alokasi modal, tata kelola, sinergi grup, dan penciptaan nilai," dikutip Kalimantansatu.com dari sosial media Instagram @BUMN.Id, Kamis (20/8/2026).
Fokus Operasional Dialihkan ke Operating Company
Melalui skema baru ini, seluruh kegiatan operasional teknis di lapangan mendatang akan dieksekusi secara mandiri oleh entitas bisnis spesifik atau Operating Company (OpCo) sesuai lini keahlian masing-masing.
Penerapan strategi ini diharapkan sanggup menjadikan struktur organisasi Telkom makin lincah, meningkatkan efektivitas tata kelola portofolio, mempererat kolaborasi antar-anak usaha, serta memaksimalkan kontribusi TLKM dalam ekosistem Danantara dan perekonomian nasional secara berkelanjutan.
(Uploader: Panji Narendra M.)