Pada tahun 1960 Samarinda menjadi kotapraja dan tahun 1969 dijadikan kotamadya.
Beberapa faktor yang menyebabkan Kota Samarinda berkembang dengan pesat antara lain ialah letaknya yang strategis, kekayaan sumber alamnya baik di daerah pendalaman maupun di sekitar sungai terutama di sektor perkayuan, minyak dan gas bumi, sehingga Samarinda menjadi kota penghasil devisa terbesar kedua sesudah Medan, Sumatra Utara.
Samarinda yang menjadi ibukota Provinsi Kalimantan Timur didiami bermacam suku bangsa. Mereka melakukan kegiatan pada berbagai aspek kehidupan (Sjahbandi, 1996:21).
VOC Mencoba Hubungan Dagang
Pada zaman VOC orang Belanda telah mencoba melakukan hubungan dengan Kerajaan Kutai dan Kerajaan Pasir.
Kontak pertama antara Kutai dan Paserdengan VOC terjadi pada tahun 1634.
Selain urusan perdagangan, Kompeni juga mengajak Kutai dan Paser mengadakan monopoli perdagangan dan mengusir pedagang-pedagang dari Pulau Sulawesi Selatan dan Jawa dari kedua kerajaan tersebut.
Usaha Kompeni mengajak Kutai dan Paser untuk mengadakan monopoli perdagangan ternyata tidak membawa hasil karena Kerajaan Gowa sudah sejak tahun 1620 mempunyai hubungan baik dengn raja-raja Kutai.
Pada tahun 1635 di bawah pimpinan Gerrit Thomassen untuk kedua kalinya Belanda mengirim misi perdagangannya ke Kutai.
Gerrit Thomassen bertemu dengan Sultan Sinom Panji Mendapa Ing Martapura mereka membicarakan monopoli dagang mengingat kewajiban Sultan Kutai harus membayar upeti kepada Raja Banjarmasin.
Misi Perdagangan VOC oleh G. Thomassen Pool yang sengaja membuat Kerajaan Kutai dan Paserbermusuhan dengan cara mengadu domba raja-raja di Kalimantan Timur dan Banjarmasin namun gagal.
Sementara itu, Belanda belum mampu menyaingi pengaruh Kerajaan Gowa dan Kerajaan Mataram di Selat Makassar, namun upaya untuk “menjinakkan” raja Kutai dan Paserkembali mereka susun (Nur, 1986:7).
Misi Perdagangan VOC Dikirim Kembali
Pada tahun 1671, empat tahun sesudah Perjanjian Bongaya, Kompeni mengirim lagi misi perdagangan yang dipimpin oleh Paulus de Beck dengan menumpang secara khusus kapal Chialoup de Noorman.
Sekali lagi Paulus de Beck bertemu dengan Sultan Sinom Panji Mendapa Ing Martapura, tetapi tidak berhasil mengadakan hubungan dagang.
Artikel Terkait
Cara Daftar Online Rumah Sakit AWS atau RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Kaltim di ihospital.rsudaws.co.id
Sejarah Kalimantan Timur Lengkap. Berdasarkan Hikayat Banjar, Sultan Makassar Pernah Pinjam Tanah untuk Dagang
Mengenal Apa itu Tari Hudoq Mahakam Ulu Kalimantan Timur ! Bagaimana Cara Menuju Mahakam Ulu Kaltim ?
Pesona Karts Sangkulirang Mangkalihat Kutai Timur Kalimantan Timur. Cara Menuju Karts Sangkulirang Mangkalihat
Lokasi Wisata Pantai Manggar Segara Sari Balikpapan Kalimantan Timur Sangat Indah dan Punya Ciri Khas