Mengenal Masjid Keramat Banua Halat Kalimantan Selatan ! Salah Satu Masjid Tertua di Kalsel yang Punya Daya Tarik Tiang Kayu Ulin Berposisi Miring

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Rabu, 15 November 2023 | 08:25 WIB
Masjid Keramat Banua Halat adalah salah satu masjid tertua di Kalimantan Selatan yang berada di desa Banua Halat Kiri, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin. (Dok. BPCB Kaltim)
Masjid Keramat Banua Halat adalah salah satu masjid tertua di Kalimantan Selatan yang berada di desa Banua Halat Kiri, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin. (Dok. BPCB Kaltim)

KALIMANTANSATU.COM - Masjid Keramat Banua Halat adalah salah satu dari masjid-masjid kuno di Indonesia.

Masjid Keramat Banua Halat adalah salah satu masjid tertua di Kalimantan Selatan yang berada di desa Banua Halat Kiri, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin.

Masjid Banua Halat ini berjarak sekitar 120 km dari ibu kota provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Banjarmasin.

Menurut sejarah, masjid yang dikeramatkan tersebut dibangun H Syafrullah atau yang dikenal orang terdahulu sebagai Datu Ujung yang memiliki kehebatan dengan bukti peninggalannya berupa tiang utama masjid yang masih dikenal sampai sekarang, yaitu tiang miring.

Tiang ini menjadi daya tarik atau tujuan utama pengunjung berziarah ke masjid tersebut.

Dalam legenda masyarakat setempat diceritakan, Datu Ujung (sebagai tokoh masyarakat) bersama masyarakat membangun masjid keramat untuk tempat ibadah.

Saat pembangunan masjid tersebut tiang-tiang masjid dicari Datu Ujung ke desa Batung, Kecamatan Piani.

Baca Juga: Tugu Kebangunan Nasional Indonesia Samarinda Kalimantan Timur ! Cagar Budaya Untuk Melengkapi Gedung Nasional Sebagai Tempat Perjuangan Bersejarah

Setelah masjid selesai, warga mengadakan selamatan.

Saat selamatan itu ternyata ikan untuk di makan warga kurang, lalu Datu Ujung berpesan kepada warga untuk jangan makan dahulu sebelum ia datang karena Datu Ujung akan mengambil ikan di Negara, Hulu Sungai Selatan.

Warga pun tidak percaya, mengingat jarak antara Banua Halat dengan Nagara sangat jauh, mustahil kalau harus menunggu Datu Ujung kembali dalam waktu singkat.

Walhasil warga pun makan duluan, saat itulah Datu Ujung muncul dengan membawa banyak ikan.

Melihat warga yang tidak mengindahkan pesannya tersebut, membuat Datu Ujung jadi marah dan dia menghentakkan kakinya ke tanah sehingga menimbulkan bekas tanah yang miring.

Baca Juga: Cara Daftar Online Rumah Sakit Islam Banjarmasin atau RSI Banjarmasin di Link daftar.rsislambanjarmasin.com

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: BPCB Kaltim Dirjen Kebudayaan Kemendikbud

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X