Mengenal Apa itu Bide yang Selalu Ada saat Ritual Adat Dayak Kanayatn Kalimantan Barat ! Dianggap Sakral, Bide Menjadi Properti Vital Naik Dango

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Jumat, 17 November 2023 | 09:30 WIB
Masyarakat Dayak Kanayatn menggunakan Bide sebagai sarana dalam upacara Bahaupm, Ngampar Bide, dan ritual Nyangahatn dalam prosesi ritual Naik Dango. (Dok. BPCB Kaltim)
Masyarakat Dayak Kanayatn menggunakan Bide sebagai sarana dalam upacara Bahaupm, Ngampar Bide, dan ritual Nyangahatn dalam prosesi ritual Naik Dango. (Dok. BPCB Kaltim)

KALIMANTANSATU.COM - Dalam upacara ritual adat Dayak Kanayatn, Bide menjadi salah satu perlengkapan yang tidak ditinggalkan. Apa itu Bide ?

Bide merupakan bagian dari perlengkapan atau sarana yang digunakan dalam upacara ritual adat suku Dayak Kanayatn Kalimantan Barat.

Tikar Bide mampu memberi kepuasan spiritual atau emosional lewat penampilan yang indah dan artistik.

Bide sebagai karya seni yang memiliki fungsi ritual berhubungan dengan berbagai macam kepercayaan masyarakat tentang Jubata (Tuhan), roh para leluhur, dan alam gaib.

Dilansir BPCB Kaltim, Bide digunakan sebagai alas tempat duduk imam adat dalam ritual Nyangahatn yaitu pembacaan doa atau melantunkan matra-mantra yang dipimpin oleh seorang panyangahatn.

Bentuk ritual tersebut sebagai simbolis dari kebutuhan primer manusia, yang merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai ungkapan syukur masyarakat Dayak Kanayatn terhadap Jubata atas hasil panen padi yang telah mereka peroleh.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Sanggau Kalimantan Barat ! Cerita Rakyat Babai Cinga-Dara Nante Hingga Kiai Patih Gemintir

Ritual Naik Dango merupakan ritual tahunan yang dilakukan masyarakat Dayak Kanayatn secara turun temurun dan dilaksanakan setahun sekali.

Bide sebagai simbol adanya suatu upacara ritual adat Naik Dango.

Masyarakat Dayak Kanayatn menggunakan Bide sebagai sarana dalam upacara BahaupmNgampar Bide, dan ritual Nyangahatn dalam prosesi ritual Naik Dango.

Masyarakat Dayak Kanayatn meyakini bahwa Bide adalah benda sakral yang merupakan properti vital dalam upacara adat Naik Dango, sebagai nilai peradaban dari hasil kebudayaan.

Simbol dalam kehidupan masyarakat Dayak Kanayatn memiliki kekuatan dan kebenaran.

Dalam makna tertentu, simbol acap kali memiliki makna mendalam, yaitu suatu konsep yang paling bernilai dalam kehidupan suatu masyarakat (Triguna, 2000:7).

Simbol dalam adat Dayak Kanayatn untuk menyatakan identitas, ciri khas orang Dayak, tujuan penggunaannya adalah untuk menandakan suatu acara yang akan dilaksanakan, suatu bentuk yang mempunyai arti, sesuatu yang terjadi di tempat tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: BPCB Kaltim Dirjen Kebudayaan Kemendikbud

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X